Jabaran.id — PGRI Kecamatan Sukmajaya menggelar rangkaian lomba bagi para anggotanya yang merupakan guru se-Kecamatan Sukmajaya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI tingkat Cabang Sukmajaya.
Ketua PGRI Kecamatan Sukmajaya, Maman Sutarman, menyampaikan bahwa terdapat tiga mata lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, yakni menyanyi solo, pengucapan UUD 1945, dan pembacaan ikrar guru Indonesia. Ketiga lomba ini dirancang untuk mengakomodasi minat dan bakat para guru di berbagai bidang.
“PGRI Kecamatan Sukmajaya menggelar lomba-lomba untuk anggotanya yang merupakan guru se-Kecamatan Sukmajaya. Ini adalah lomba dalam rangka HUT ke-81 PGRI tingkat Cabang Sukmajaya,” ujar Maman Sutarman saat ditemui di lokasi kegiatan.
Maman Sutarman menjelaskan bahwa para juara dari tiap mata lomba akan menjadi wakil PGRI Kecamatan Sukmajaya di tingkat Kota Depok. Mereka nantinya akan berkompetisi dengan juara-juara dari kecamatan lainnya di Kota Depok.
“Juara-juara dari tiap mata lomba akan menjadi wakil PGRI Kecamatan Sukmajaya di tingkat Kota Depok, dan akan berkompetisi dengan juara-juara dari kecamatan lainnya di Kota Depok,” jelasnya.
Menurut Maman Sutarman, peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI bukan sekadar agenda tahunan tanpa makna. Ia menilai momentum ini merupakan kesempatan berharga bagi para guru untuk kembali merenungkan sejauh mana dedikasi, integritas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk dunia pendidikan.
“Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI bukan sekadar agenda tahunan tanpa makna. Ini adalah momentum emas bagi kita untuk kembali merenungkan sejauh mana dedikasi, integritas, dan kontribusi yang telah kita berikan untuk dunia pendidikan,” tutur Maman Sutarman.
Maman Sutarman menambahkan bahwa PGRI hadir bukan hanya sebagai wadah perjuangan profesi. Menurutnya, organisasi ini juga menjadi rumah besar bagi seluruh guru untuk saling menguatkan, menginspirasi, dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
“PGRI hadir bukan hanya sebagai wadah perjuangan profesi, tetapi juga sebagai rumah besar bagi seluruh guru untuk saling menguatkan, menginspirasi, dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Guru adalah ujung tombak cetak birunya masa depan bangsa. Di tangan Bapak dan Ibu gurulah, generasi emas penerus cita-cita Indonesia dibentuk,” paparnya.
Maman Sutarman menegaskan bahwa kegiatan perlombaan di bidang olahraga, seni, maupun akademik dan pedagogik bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menang atau siapa yang kalah. Ia memaparkan bahwa terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan lomba ini.
Tujuan pertama, kata Maman Sutarman, adalah mempererat tali silaturahmi. Lomba ini diharapkan dapat menghubungkan seluruh guru antar-ranting dan antar-sekolah di wilayah cabang Sukmajaya. Tujuan kedua adalah memupuk sportivitas dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Maman Sutarman berharap dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan jiwa korsa atau esprit de corps sesama anggota PGRI. Sementara tujuan ketiga, lanjut Maman Sutarman, adalah menyegarkan semangat para guru. Di tengah kesibukan mengajar sehari-hari, kegiatan ini menjadi ajang hiburan yang sehat, kreatif, dan membahagiakan bagi seluruh anggota.
“Menyegarkan semangat: di tengah kesibukan mengajar sehari-hari, ini adalah ajang hiburan yang sehat, kreatif, dan membahagiakan bagi kita semua,” tambahnya.
Maman Sutarman kemudian mengutip sebuah ungkapan yang menggambarkan keterkaitan antara kebahagiaan guru dan kualitas pembelajaran di kelas. Menurutnya, suasana hati guru sangat berpengaruh terhadap pengalaman belajar yang dirasakan oleh murid.
“Guru yang bahagia akan menciptakan kelas yang menyenangkan, dan kelas yang menyenangkan akan melahirkan murid-murid yang luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Maman Sutarman juga menekankan bahwa kemenangan bukanlah hal yang paling utama dalam perlombaan ini. Ia menyebut kebersamaan sebagai nilai yang jauh lebih penting untuk dijaga oleh seluruh peserta.
“Menang adalah bonus, tetapi kebersamaan adalah yang utama,” tegasnya.
Maman Sutarman berharap momentum HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini dapat menjadi ajang untuk membakar kembali semangat pengabdian para guru. Ia mengajak seluruh anggota PGRI Kecamatan Sukmajaya untuk terus menjadi pelita di tengah kegelapan, pembimbing di saat ragu, dan teladan di setiap langkah anak didik.
“Mari kita jadikan momentum HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini sebagai ajang untuk membakar kembali semangat pengabdian kita. Tetaplah menjadi pelita di tengah kegelapan, pembimbing di saat ragu, dan teladan di setiap langkah anak didik kita,” pungkas Maman Sutarman. (*)
Daftar juara Lomba HUT ke-81 PGRI Kecamatan Sukmajaya
Menyanyi Solo
Juara 1 : Yona Sara Septira (SDN RRI Cisalak)
Juara 2 : Ulfa Faradillah (SDN Mekarjaya 31)
Juara 3 : Fahrudin (SDN Mekarjaya 28)
Juara Harapan 1 : Oo Rohudin Almuhaen (SDN Mekarjaya 12)
Pengucapan UUD 1945
Juara 1 : Nabillah Chaerani (SDN Cisalak 1)
Juara 2 : Indra Mubarok (SDN Mekarjaya 21)
Juara 3 : Saodah (SDN Baktijaya 6)
Juara Harapan 1 : Ririn Kresna (SDN Mekarjaya 12)
Pembacaan Ikrar Guru Indonesia
Juara 1 : Eni Paradini (SDN Mekarjaya 12)
Juara 2 : Siti Hajar Abdi (SDN Sukmajaya 1)
Juara 3 : Solichin (SDN Baktijaya 5)
Juara Harapan 1 : Siti Saripah (SDN RRI Cisalak)


