Jabaran.id — Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) atau The Crystal of Knowledge membutuhkan renovasi besar-besaran setelah mengalami berbagai kerusakan struktur dan kebocoran serius selama satu dekade terakhir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, UI menggandeng Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dalam kerja sama perbaikan fasilitas perpustakaan sekaligus perpanjangan program beasiswa dana abadi (endowment fund).
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung Rektor UI Prof. Heri Hermansyah bersama pendiri PYC, Prof. Purnomo Yusgiantoro, serta Ketua Yayasan PYC, Filda C. Yusgiantoro, di Kampus UI, Depok, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dukungan yang disepakati mencakup dana renovasi tahap pertama perpustakaan sebesar Rp20 miliar serta perpanjangan dana abadi sebesar Rp50 miliar untuk periode lima tahun ke depan.
Rektor UI mengungkapkan bahwa perpustakaan yang berdiri sejak 2007 tersebut telah mengalami kerusakan secara bertahap dalam 10 tahun terakhir hingga memicu masalah serius, terutama akibat kebocoran air hujan yang meluas ke berbagai blok bangunan.
“Hasil audit teknis yang disampaikan oleh wakil rektor tepat itu kita membutuhkan sekitar Rp170 miliar untuk melakukan renovasi total. Dan ada urgensi untuk secepatnya kita melakukan renovasi karena ada titik-titik tertentu di bangunan ini yang mengalami kebocoran dan pada saat hujan besar bukan hanya merembes tapi bahkan air itu menggelontor seperti banjir,” ujar Prof. Heri.
Ia menjelaskan, renovasi tahap pertama senilai Rp20 miliar dari PYC akan dimulai pada 2027 dengan fokus perbaikan prioritas.
“Ya, jadi nanti akan ada prioritas pertama untuk lokasi-lokasi yang sedang mengalami kerusakan. Terus yang kedua lokasi-lokasi penyimpanan yang dirasa membawa efek merusak tadi, kelembaban, air. Kemudian untuk arsip-arsip yang memiliki nilai sejarah, heritage, itu tentunya juga menjadi apa prioritas untuk kemudian secepatnya dilakukan renovasi dan perubahan itu,” papar Prof. Heri.
Sambil melakukan renovasi tahap pertama, lanjut Prof. Heri, UI dengan ekosistem Universitas Indonesia dengan jejaring alumni dan keluarga besar akan terus melakukan berbagai strategi lainnya untuk pengumpulan dana yang diperlukan untuk menuntaskan renovasi tersebut
“Jadi sampai tuntas, gitu. Jadi kita akan bergerak untuk menyelesaikannya,” ungkap Prof. Heri.
Untuk memenuhi total kebutuhan dana sebesar Rp170 miliar, Kampus UI meluncurkan kampanye penggalangan dana bertajuk “Sekeping Kristal”.
“Gerakan ini mengajak seluruh civitas akademika, alumni, keluarga besar UI, hingga masyarakat luas untuk bergotong royong menyelamatkan perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan fisik maupun virtual,” ucap Prof. Heri.
Sementara itu, Pendiri Purnomo Yusgiantoro Center, Prof. Purnomo Yusgiantoro, menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan nasional dan mengapresiasi langkah UI yang tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Kami dari Purnomo Yusgiantoro Center atau disingkat PYC menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan oleh Universitas Indonesia, oleh Pak Rektor bahwa untuk pembangunan gedung perpustakaan ini dilakukan secara gotong royong,” kata Prof. Purnomo.
Menurut Prof. Purnomo, kegiatan hari ini merupakan upaya dari gotong royong tersebut, dengan dukungan sebesar Rp20 miliar dari PYC.
“Kami sendiri merasakan ini sesuatu yang penting dan bermanfaat bagi kepentingan mahasiswa, dan bagi kepentingan pendidikan,” tuturnya.
Di samping itu, lanjut Prof. Purnomo, beasiswa endowment fund yang dulu 5 tahun lalu itu PYC tandatangani kembali diperpanjang dengan bantuan Rp50 miliar untuk beasiswa mahasiswa yang membutuhkan.
“Saya kira kami akan mendukung, ya. Walaupun kami bukan organisasi yang mencari laba, kami organisasi yang nirlaba. Kami adalah organisasi yang sifatnya itu tidak mencari keuntungan dan kami independen. Tapi kami mencintai pendidikan salah satunya,” ucap Prof. Purnomo.


