Jabaran.id – Wakil Ketua 1 PGRI Kota Depok, Raharja, dan Ketua PGRI Kecamatan Cilodong yang juga Kepala SDN Kalimulya 1, Nisar menjadi dua nama yang muncul sebagai calon ketua PGRI Kota Depok untuk periode 2025/2030 di Konferensi PGRI dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” pada 11-12 Juli 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi para guru di Depok, karena selain membahas program kerja lima tahun ke depan.
Ketua Pelaksana Konferensi PGRI Kota Depok, Usep Kusnadi, mengungkapkan bahwa terdapat dua kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan ketua kali ini.

“Ada dua calon ketua PGRI untuk periode 2025/2030, yakni Wakil Ketua 1 PGRI Kota Depok, Raharja, dan Ketua PGRI Kecamatan Cilodong yang juga Kepala SDN Kalimulya 1, Nisar,” jelas Usep.
Pemilihan ini akan diikuti oleh 235 orang perwakilan dari 2.796 anggota PGRI Kota Depok, dengan perhitungan 20 suara diwakili oleh satu orang. Usep menegaskan bahwa siapapun yang terpilih nantinya harus bersatu untuk memajukan organisasi.
“Tidak ada yang kalah menang, siapapun yang terpilih adalah yang terbaik untuk kemajuan PGRI. Yang penting seluruh anggota bisa mengikuti kongres ini dengan baik dan penuh kejujuran,” tegasnya.
Pemilihan kali ini juga menandai berakhirnya kepemimpinan Syamsuddin Azhari, yang telah menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Depok selama dua periode.

“Syamsuddin sudah menjabat dua periode, sehingga tidak bisa maju lagi sebagai calon ketua,” ujar Usep.
Selama kepemimpinannya, PGRI Kota Depok aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, terutama saat terjadi bencana.
“PGRI Kota Depok partisipasinya cukup baik dalam kegiatan sosial, terutama saat ada yang terkena bencana. Karena memang solidaritas yang ditanamkan dalam anggota PGRI,” tambah Usep.
Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Akhmad Juhana, menyatakan bahwa konferensi ini merupakan forum tertinggi di tingkat kota yang digelar lima tahun sekali.
“Kota Depok menjadi kota ke-25 yang menggelar kongres di Jawa Barat. Masih ada Indramayu dan Subang yang akan menyusul,”** kata Juhana.
Ia menjelaskan bahwa konferensi ini tidak hanya membahas laporan pertanggungjawaban, tetapi juga menyusun program kerja lima tahun ke depan.
“Ini adalah forum tertinggi di tingkat kota, diadakan lima tahun sekali, isinya ada laporan pertanggungjawaban, penyusunan program lima tahun ke depan, dan pemilihan pengurus,” ujarnya.
Juhana juga menekankan pentingnya loyalitas, kapabilitas, dan kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun PGRI.
“Loyalitas, kapabilitas pengurus, dan kolaborasi dengan pemerintah menjadi tiga kunci yang mesti dilakukan PGRI,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, turut hadir memberikan dukungan. Ia menyoroti peran strategis guru dalam membentuk masa depan bangsa.
“Peran guru berhubungan erat dengan majunya sebuah bangsa dan peradaban. Tentunya konferensi ini sangat berpengaruh pada kemajuan dan kebaikan Kota Depok ke depannya,” ujar Chandra.
Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak tantangan pendidikan yang perlu diperhatikan, termasuk rendahnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Masih banyak anak-anak yang berorientasi untuk mendapatkan kerja setelah lulus sekolah, bukan melanjutkan pendidikannya dengan kuliah. Semoga PGRI bisa mendorong semua anak-anak untuk berani bercita-cita tinggi,” harapnya.
Chandra menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memastikan tidak ada anak yang tidak mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi.
“Harus dipastikan tidak ada anak yang tidak sekolah karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.
Konferensi PGRI Kota Depok 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan kesejahteraan guru. Dengan semangat “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, PGRI Kota Depok siap melangkah ke depan dengan kepemimpinan baru yang membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Depok. (*)
