Jabaran.id – Ada yang berbeda dalam gelaran upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Baktijaya 5, Kota Depok. Jika pada umumnya petugas upacara diisi oleh para siswa, momen istimewa kali ini justru dibalik. Seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan bertindak sebagai petugas upacara, sementara para siswa duduk dengan khusyuk menjadi peserta.
Perubahan peran ini sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman bermakna sekaligus menjadi bentuk keteladanan dari para pendidik kepada murid-muridnya.

Kepala SDN Baktijaya 5, Sri Lestari, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa penggantian peran ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, momen kemerdekaan adalah saat yang tepat bagi para guru untuk menunjukkan keteladanan langsung di hadapan siswa.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam menjalankan tugas kebangsaan. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang kami tanamkan melalui aksi nyata,” ujar Sri Lestari.
Dalam amanatnya, Sri Lestari mengajak seluruh siswa untuk merenungkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah hasil dari pengorbanan para pahlawan yang tidak ternilai harganya.
“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tidak datang dengan mudah. Ada perjuangan, pengorbanan, air mata, bahkan nyawa yang diberikan oleh para pahlawan demi masa depan anak-anak Indonesia,” tutur Sri Lestari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bentuk perjuangan generasi muda saat ini telah bergeser dari medan perang ke dunia pendidikan. Sri Lestari menegaskan bahwa tugas utama para siswa adalah belajar dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang berkarakter.

“Sekarang, anak-anak tidak perlu lagi berjuang dengan mengangkat senjata. Perjuangan anak-anak adalah belajar. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjadi anak yang jujur, disiplin, sopan, bertanggung jawab, menyayangi teman, menghormati orang tua dan guru, serta berani mengejar cita-cita,” jelasnya.
Kepala sekolah itu juga memberikan fakta menarik mengenai pentingnya peran pendidikan dasar dalam membentuk masa depan bangsa. Ia menyoroti bahwa anak-anak usia sekolah dasar berada pada fase emas pembentukan karakter, sehingga nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak dini.
“Mungkin hari ini kalian masih memakai seragam sekolah dan duduk di bangku SD. Tetapi Ibu percaya, di antara kalian ada yang kelak menjadi guru, dokter, polisi, tentara, pengusaha, pemimpin, ilmuwan, seniman, atau profesi lainnya. Karena itu, jangan pernah merasa bahwa belajar kalian hari ini adalah hal kecil,” ungkapnya.
Sri Lestari juga menekankan bahwa visi sekolah yang diusung, yaitu “Beraksi”, menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan pendidikan di SDN Baktijaya 5. Ia menjelaskan bahwa visi tersebut adalah singkatan dari budaya kerja yang mengedepankan keimanan, ketakwaan, karakter, dan prestasi.
“Ibu dan Bapak Guru mungkin tidak selalu bisa memberikan semua yang anak-anak inginkan. Tetapi percayalah, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang beriman dan bertakwa, berkarakter, dan berprestasi sesuai dengan visi Sekolah kita yaitu ‘Beraksi’,” tegasnya.
Dalam pesannya kepada para siswa, Sri Lestari mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Ia mendorong siswa untuk terus mencoba dan belajar dari kesalahan sebagai bagian dari proses pendewasaan.
“Jangan mudah menyerah. Kalau hari ini belum berhasil, coba lagi. Kalau belum bisa, belajar lagi. Tidak apa-apa melakukan kesalahan, yang penting mau memperbaiki diri dan terus berusaha,” pesannya penuh motivasi.
Mengakhiri amanatnya, Sri Lestari mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat tumbuh bersama dalam kebaikan. Ia juga menyerukan pentingnya persatuan dan penghargaan terhadap perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Mari kita jadikan sekolah ini sebagai tempat untuk tumbuh bersama, saling menyayangi, saling menghargai, dan saling mendukung. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Berbuatlah dengan tulus. Berkaryalah dengan bangga. Dan jadilah anak Indonesia yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (*)
Petugas upacara HUT ke-81 Kemerdekan RI di SDN Baktijaya 5 :
1. MC : Eti Setiawati
2. Pemimpin : Agus Hendrayana
3. Pemimpin barisan
– Wahyu Prabowo
– M. Saadih
– Puji Lestari
4. UUD 1945 : Nur Asiah
5. Pembaca Doa : Ade Irfan
6. Pembaca Pancasila : Kusmiyati
7. Pembaca Proklamasi : M. Akbar A.
8. Pengibar Bendera :
– Firda Rahmawati
– Husnul Khotimah
– Sri Rahayu
9. Dirigen : Sadiah
