Jabaran.id – Sebanyak 30 siswa SDN Mekarjaya 17 secara resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara pelantikan sebagai Dokter Kecil (Dokcil). Para siswa yang berasal dari kelas III dan IV ini diharapkan menjadi motor penggerak budaya hidup sehat dan bersih di lingkungan sekolahnya yang terletak di Jalan Kahayan Raya Ujung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
Kepala SDN Mekarjaya 17, Retno Damayanti, menjelaskan bahwa para calon Dokcil telah melalui proses persiapan yang matang. Dimana siswanya telah mendapatkan pelatihan dari dokter di Puskesmas Abadijaya, tentunya pelatihannya adalah pemberian wawasan kepada siswa tentang kesehatan dan kebersihan.

“Materi pelatihan juga mencakup pertolongan pada saat ada siswa yang mengalami luka atau kecelakaan di sekolah,” ujarnya.
Retno menegaskan bahwa pemilihan siswa ini tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan kesadaran dan potensi individu. Program Dokcil ini merupakan bagian integral dari upaya sekolah mewujudkan visi pemerintah. Keberadaan Dokcil diharapkan dapat memperkuat program UKS dalam menjangkau seluruh siswa.
“Ini juga berkaitan erat dengan program pemerintah, yakni ada sekolah sehat. Dimana salah satunya adalah menggerakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS),” papar Retno.
“Kegiatan dan program UKS dibantu untuk pelaksanaannya oleh Dokcil agar siswa SDN Mekarjaya 17 yang jumlahnya 246 bisa hidup sehat,” imbuhnya.
Dokter Umum di Puskesmas Abadijaya, Dr. Ainal Mardhiyyah yang terlibat dalam pelatihan, memaparkan peran multidimensi yang akan dijalankan oleh Dokcil. Selain sebagai penyedia pertolongan pertama, mereka juga akan berfungsi sebagai pendukung kesehatan mental teman sebayanya.

“Dokcil juga akan memiliki tugas menjadi konselor sebaya, jadi tempat konsultasi atau cerita teman-temannya. Lalu nanti dokcilnya akan menyampaikannya ke guru hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan siswa,” terang dr. Ainal.
Untuk menjalankan peran konselor sebaya ini, dr. Ainal menyebutkan kebutuhan akan keterampilan khusus, yakni mendengarkan secara aktif, agar mereka memahami masalah yang dihadapi teman-temannya. Di sisi pertolongan fisik, dr. Ainal menekankan pentingnya pemahaman dasar namun dengan batasan yang jelas.
“Dokcil juga harus memahami penanganan pertama jika ada temannya yang terluka atau ada hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Tapi ini hanya tentang penanganan awalnya, karena jika memang dirasa di luar kemampuan Dokcil, siswa Dokcilnya segera menyampaikannya ke guru,” ucapnya.
Pelantikan 30 Dokcil ini menandai komitmen SDN Mekarjaya 17 dalam membangun sistem kesehatan sekolah yang partisipatif, melibatkan siswa secara langsung sebagai agen perubahan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan mendukung bagi seluruh warga sekolah. (*)
Berikut nama-nama siswa yang jadi Dokcil di SDN Mekarjaya 17 :
Kelas III
Achmad Azzam Nurbani
Alvian Athalla Putra Ramadhan
Bagas Arya Pradipta
Muhammad Hanafi Jaballah
Almira Naima Syakira
Azrina Fitiya
Fauziah Azizah
Asyraf Naufal Abdillah
Sayyid Syahir Alfatih
Muhammad Ashfa Nazhan
Mia Sitmawati
Naura Rizqika Zifa
Nur Haninah
Yusra Zaynab Alianarahman
Kelas IV
- Cyntia Rizqi Azalia
- Zafran Herdiandra Putra
- Amanda Syahla
- Naurah Novia Dzakirah
- Zahra Wardini
- Hafidz Purnama
- Senia Yulia Putri
- Shafa Adiba Purnama
- Shazia Ramadhani Almira Krisdiyanto
- Azkia Saffa Faturrohmah Rajab
- Siti Nunung
- Syafiq Yasir Alfayyadh
- Muhammad Arya Ramadhan
- Muhamad Bilal Haqiqi
- Intan Keshwari
- Kiandra Putri Azalia
