Jabaran.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, SDN Pengasinan 3 menggelar serangkaian acara bertajuk ‘Semarak Lomba Kemerdekaan’. Kegiatan yang penuh suka cita ini diisi dengan berbagai macam lomba yang dirancang khusus untuk memupuk semangat kebangsaan dan nilai-nilai persatuan di kalangan siswa.
Kepala SDN Pengasinan 3, Suprayogi, menjelaskan secara detail alasan mendasar di balik diselenggarakannya perayaan ini.

“SDN Pengasinan 3 mengadakan Semarak Lomba Kemerdekaan. Ini adalah kegiatan yang berisikan berbagai macam lomba untuk memeriahkan momen Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen sekolah tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.
Yang menarik dari pelaksanaan lombanya adalah penyesuaian jenis perlombaan berdasarkan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa di setiap jenjang kelas. Hal ini menunjukkan perencanaan yang matang dan berorientasi pada peserta didik. Untuk kelas I diadakan lomba oper bola raksasa yang melatih kerja sama, kelas II dengan lomba bola meluncur yang mengasah ketangkasan, dan kelas III ada lomba tiup gelas kilat yang membutuhkan strategi dan kesabaran.

Tidak kalah seru, siswa kelas IV mengikuti lomba balon kompak yang menekankan pada kekompakan tim, kelas V diuji kecepatannya dalam lomba gelas super cepat, sementara siswa kelas VI, yang merupakan jenjang tertinggi, mengikuti lomba gantungan gesit yang memadukan kecepatan, ketepatan, dan ketenangan.
Melalui diversifikasi lomba ini, SDN Pengasinan 3 tidak sekadar memperingati kemerdekaan dengan euforia biasa. Lebih dari itu, setiap lomba dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai fundamental seperti sportivitas, gotong royong, daya juang, dan kebersamaan—nilai-nilai yang menjadi pilar utama dalam perjalanan bangsa Indonesia meraih dan mempertahankan kemerdekaannya.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan harus terus dihidupkan dan diinterpretasikan dalam kegiatan yang positif, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh civitas akademika, terutama anak-anak,” katanya. (*)
