HomePendidikanSiswa SMPN 22 Depok Berprestasi di Dekranasda Expo 2025, Kreativitas Daur Ulang...

Siswa SMPN 22 Depok Berprestasi di Dekranasda Expo 2025, Kreativitas Daur Ulang dengan Kearifan Lokal

Jabaran.id Dalam gelaran Dekranasda Expo 2025, SMPN 22 Depok mencatatkan prestasi membanggakan melalui karya daur ulang berbahan barang bekas. Dua siswa kelas IX, Nafeeza Fakhira Amalika dan Bagus Adjie Prawira, berhasil meraih posisi juara kedua dalam Lomba Membuat Produk Barang Bekas kategori pelajar.

Karya mereka adalah sebuah tempat sampah inovatif dengan bahan dasar galon plastik bekas, lalu dicat warna sesuai belimbing. Spesialnya, desainnya sangat bernuansa lokal. Seperti diungkapkan Luh Sariningsih, Wakil Kesiswaan SMPN 22 Depok.

SIswa SMPN 22 Depok juara di dekranasda expo 3

- Advertisement -

Spesialnya, tempat sampah tersebut berbentuk belimbing dari segi bentuk dan warnanya yang merupakan ikon Kota Depok. Sebagai pelengkap dekorasi, di samping tempat sampah itu terdapat boneka ondel-ondel yang juga dibuat dari botol plastik bekas,” jelas Nafeeza Fakhira Amalika.

Nafeeza menambahkan dipilihnya tempat sampahnya sebagai karyanya esuai dengan fungsinya, jadi lebih bermanfaat untuk digunakan sehari-hari. Ia juga menyampaikan fakta mengenai potensi lain dari bahan daur ulang seperti galon bekas yang bisa dibuar pot tanaman, lampu, dan lain-lain. Semua tergantung pada kreasi dan inovasinya.

Tidak hanya duo tersebut, partisipasi lain juga datang dari Fatimah Kennocha Haura. Fatimah membuat baju dari barang bekas plastik kresek dan kardus yang dibentuk dengan ciri khas lambang Garuda Pancasila dan mengenakan topeng yang menjadi ciri khas Kota Depok, yakni Tari Topeng Cisalak,” katanya.

SIswa SMPN 22 Depok juara di dekranasda expo 2

Atas prestasi dan partisipasi ini, Wakil Kesiswaan SMPN 22 Depok, Luh Sariningsih menyoroti nilai pembelajaran yang jauh lebih luas dari sekadar lomba. Dimana, barang-barang bekas yang biasanya orang buang atau jadi sampah, ternyata bisa dikreasikan sehingga menjadi barang yang berguna.

Ini adalah sebuah lomba yang bisa menjadi pembelajaran untuk siswa dan siapapun,” tegas Luh.

Sementara itu, Kepala SMPN 22 Depok, Eriyasti menekankan bahwa proses kreasi ini merupakan bentuk nyata dari pendidikan karakter dan kewirausahaan berbasis lingkungan. Siswa diajak untuk melihat masalah sampah bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari sebuah proses kreatif yang memerlukan pemecahan masalah, perencanaan desain, dan eksekusi ketrampilan. Kegiatan semacam ini, menurutnya, melatih kepekaan sosial terhadap isu lingkungan sekaligus mengasah jiwa inovasi.

Lebih lanjut, Eriyasti menyampaikan kebanggaannya terhadap seluruh karya siswa yang mencerminkan identitas ganda, yaitu nasional dan lokal. Kombinasi simbol tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam memadukan nilai-nilai kebangsaan dengan kekayaan budaya daerah dalam sebuah karya yang berdampak langsung bagi lingkungan.

Meski yang berbuah prestasi baru barang bekas tempat sampahnya, tetapi dirinya mengaku bangga dengan kreasi dan inovasi siswanya, yang salah satunya adalah baju dengan simbol Garuda Pancasila dengan topeng yang merupakan ciri khas Kota Depok, yakni Tari Topeng Cisalak,” ungkapnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here