Jabaran.id — SMP Islamiyah Serua menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi 85 siswa kelas VII. Kegiatan tersebut berlangsung di Villa Pink, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor, selama dua hari, tepatnya dari tanggal 14 hingga 15 September 2026. LDKS ini menjadi agenda tahunan sekolah yang bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan siswa sejak dini.
Ketua Panitia LDKS, Siti Tati Alawiyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali siswa kelas VII dengan keterampilan dasar kepemimpinan, kemandirian, dan kerja sama tim. Menurutnya, pemilihan lokasi di Gunung Bunder, Bogor, dilakukan agar siswa mendapatkan suasana belajar yang berbeda dari lingkungan sekolah sehari-hari, sehingga proses pembinaan karakter dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan.

“LDKS ini kami khususkan untuk siswa kelas VII yang berjumlah 85 orang. Kami sengaja memilih lokasi di Villa Pink Gunung Bunder, Bogor, agar anak-anak bisa merasakan suasana baru yang lebih menantang dan menyenangkan. Dengan begitu, mereka bisa belajar tentang kepemimpinan, kedisiplinan, dan kerja sama tanpa merasa terbebani,” ujar Siti Tati Alawiyah.
Siti menjelaskan bahwa selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai materi dan aktivitas yang dirancang untuk melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, serta kekompakan dalam kelompok. Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia, termasuk pengaturan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan pembagian kelompok agar setiap siswa dapat terlibat aktif.
“Kami sudah menyiapkan berbagai aktivitas yang melibatkan seluruh siswa, mulai dari materi kepemimpinan, permainan kelompok, hingga kegiatan refleksi. Semua dirancang agar anak-anak tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Kami ingin mereka belajar dari pengalaman langsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Siti menyampaikan bahwa LDKS ini juga menjadi sarana bagi siswa kelas VII untuk saling mengenal dan mempererat hubungan antar teman satu angkatan. Menurutnya, transisi dari SD ke SMP sering kali menjadi masa adaptasi yang menantang bagi siswa, sehingga kegiatan seperti LDKS dinilai penting untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun rasa kebersamaan.
“Anak-anak kelas VII ini baru masuk, jadi mereka masih dalam masa adaptasi. Lewat LDKS, kami ingin mereka lebih cepat akrab, saling mengenal, dan tumbuh rasa kebersamaan. Ini penting karena mereka akan bersama-sama selama tiga tahun ke depan,” tambah Siti.
Sementara itu, Kepala SMP Islamiyah Serua, Murtado, menegaskan bahwa LDKS merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Ia menyebutkan bahwa melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki karakter baik, tanggung jawab, disiplin, komunikatif, serta kemampuan bekerja sama yang mumpuni.
“Kami ingin siswa kami memiliki karakter yang baik, tanggung jawab, disiplin, komunikatif, dan mampu bekerja sama. LDKS ini adalah salah satu cara kami untuk menanamkan nilai-nilai tersebut secara langsung melalui pengalaman dan aktivitas bersama,” ujar Murtado.
Murtado menambahkan bahwa LDKS juga dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada diri siswa. Menurutnya, setiap siswa perlu dibekali kemampuan untuk memimpin dan dipimpin, karena kedua hal tersebut merupakan keterampilan penting yang akan berguna dalam kehidupan mereka di masa depan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Setiap anak harus memiliki jiwa kepemimpinan yang siap memimpin dan siap dipimpin. Artinya, mereka belajar untuk bertanggung jawab ketika diberi amanah, sekaligus belajar menghormati dan mengikuti arahan ketika berada dalam posisi sebagai anggota. Ini keterampilan hidup yang sangat berharga,” jelasnya.
Murtado juga menyampaikan bahwa pihak sekolah akan terus mendorong pengembangan karakter siswa melalui berbagai program, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Ia berharap LDKS kali ini dapat menjadi fondasi awal bagi siswa kelas 7 untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Kami akan terus mendampingi dan membina anak-anak ini. LDKS bukan akhir dari pembinaan, tetapi justru awal dari perjalanan mereka. Semoga setelah kegiatan ini, mereka semakin siap menghadapi tantangan dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Murtado. (*)

