Jabaran.id – Kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapangan Depok Open Space berubah menjadi lautan merah putih pada peringatan tingkat Kota Depok, Senin (17/8). Namun, di balik barisan rapi ratusan peserta, ada cerita tersendiri yang dibawa oleh 15 murid dari SMPN 13 Depok.
Bukan sekadar memenuhi undangan, kehadiran mereka adalah representasi dari pendidikan karakter yang tertanam di sekolah tersebut.
Kepala SMPN 13 Depok, Eva Juariah, menyampaikan bahwa pengiriman kontingen ini merupakan bagian dari strategi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara konkret kepada generasi muda. Menurutnya, keterlibatan langsung dalam upacara tingkat kota memiliki efek psikologis yang mendalam bagi murid.

“Kami tidak ingin siswa hanya menghafal sejarah melalui buku, tetapi juga merasakan atmosfer kemerdekaan secara langsung. Menjadi bagian dari upacara di tingkat kota dengan ribuan peserta adalah pengalaman yang membekas,” ujar Eva Juariah.
Lebih lanjut, Eva Juariah mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran non-akademis yang sangat efektif. Ia menyoroti bagaimana momen seperti ini mampu mengajarkan tentang tanggung jawab, kekompakan, dan penghormatan terhadap simbol-simbol negara.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi fondasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi warga negara yang cinta tanah air, bukan hanya karena paksaan, tetapi karena pemahaman dan kebanggaan,” tuturnya.
Secara spesifik, kontingen SMPN 13 Depok yang diterjunkan dalam upacara tersebut terdiri dari komposisi yang seimbang. Eva Juariah merinci bahwa dari 15 siswa yang diberangkatkan, terdapat perpaduan antara murid putra dan putri yang menunjukkan semangat kesetaraan dalam pengabdian kepada negara.

“Kami mengirimkan 15 murid yang terdiri dari 5 orang murid putra dan 10 orang murid putri,” rinci Eva Juariah.
Eva Juariah menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar kuantitas, melainkan telah melalui pertimbangan matang mengenai stamina dan kesiapan mental mengingat upacara berlangsung cukup lama di bawah terik matahari.
Tidak hanya peserta didik, SMPN 13 Depok juga mengerahkan tiga orang guru pendamping yang bertugas mengawal dan memastikan kelancaran muridnya selama mengikuti rangkaian acara. Ketiga guru tersebut adalah Syahril Siddiq, Nur Ali, dan Dede Kurniasih. Kehadiran para pendidik ini dinilai krusial untuk memberikan motivasi dan memastikan aspek keamanan serta kenyamanan siswa selama mengikuti prosesi upacara yang khidmat.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin tahunan, keterlibatan SMPN 13 Depok diharapkan mampu memantik semangat nasionalisme di lingkungan sekolah. Eva Juariah percaya bahwa pengalaman menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di ruang publik seperti Open Space akan membuka wawasan siswa tentang keberagaman dan persatuan.
“Melihat siswa kami berbaur dengan peserta dari berbagai instansi dan sekolah lain adalah pemandangan yang menggembirakan. Ini adalah laboratorium sosial tentang bagaimana Indonesia yang majemuk tetap berdiri tegak,” pungkasnya. (*)
Nama siswa perwakilan SMPN 13 Depok di Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Siswa Putra :
1. M. ijlal Hartarto
2. Fadli Al Husain
3. Rizky Haidar Latif
4. Muhammad Yusuf Ramadhan
5. Alfatih Azril Ramadhan
Siswa Putri :
1. Aliska Silvi
2. Intan Cahya
3. Nadawiyah Alia
4. Yasmine Atha
5. Isla Ummi Mumtahana
6. Syafiqah Yasmine Suviana
7. Nur Sofa Riska
8. Raden Cahaya Bening Hati
9. Praditha Hapsari Eka Kiswari
10. Hafiza Qudsiansyah parsa
