Jabaran.id – SMPN 23 Depok memperkenalkan ekstrakurikuler (ekskul) baru bernama Urban Farming Club sebagai wadah bagi siswa untuk belajar bercocok tanam dan beternak secara mandiri di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mengajarkan keterampilan praktis dalam bidang pertanian perkotaan.
Kepala SMPN 23 Depok, Sukmawaty Zulkifli, menjelaskan bahwa ekskul ini merupakan salah satu inisiatif sekolah untuk memberikan variasi kegiatan di luar pembelajaran akademik.

“Selain Urban Farming Club, kami juga memiliki English Club, Sains Club, Math Club, dan Informatika Club. Namun, antusiasme siswa terhadap ekskul pertanian ini sangat tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan di akhir Semester 2 Tahun Pelajaran 2024/2025, sebanyak 136 siswa dari kelas VII dan VIII mendaftar sebagai calon anggota.
“Karena peminatnya banyak, kami membagi siswa ke dalam grup bergiliran yang beraktivitas setiap hari Senin hingga Jumat sepulang sekolah,” tambah Sukmawaty.
Kegiatan ekskul ini telah dimulai sejak liburan sekolah, bersamaan dengan proses pengolahan lahan baru di lingkungan SMPN 23 Depok. Para siswa terlibat aktif dalam pemindahan bibit yang siap tanam ke kebun sekolah. Setiap harinya, terdapat serangkaian aktivitas rutin yang dilakukan, di antaranya:
– Menyiram tanaman pada pukul 14:30–15:00.
– Membersihkan gulma atau rumput liar di sekitar kebun, kemudian mengumpulkan dan membuangnya di tempat pembakaran.
– Menata batu/koral di galengan atau jalan setapak menuju kebun.
– Merawat tanaman, seperti memangkas daun jagung bagian bawah yang sudah berbuah.
– Memetik hasil panen, seperti cabe merah, jagung yang rambutnya sudah coklat tua, terong hijau, dan pepaya.
Tak hanya bercocok tanam, siswa juga diajak untuk beternak lele dan ayam.
“Mereka memberi makan ikan dan ayam menggunakan sisa makanan dari kantin sekolah, sehingga sekaligus mengajarkan prinsip daur ulang dan zero waste,” jelas Sukmawaty.

Kehadiran Urban Farming Club dinilai memberikan manfaat ganda. Selain mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab, program ini juga mendorong pemanfaatan lahan sekolah secara produktif. Hasil panen dari kebun sekolah bahkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sekolah.
Diharapkan, ekskul ini tidak hanya berjalan sementara, melainkan menjadi program berkelanjutan yang terus dikembangkan.
“Kami ingin siswa tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang berguna di masa depan,” pungkas Sukmawaty.
Dengan adanya Urban Farming Club, SMPN 23 Depok membuktikan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan dan melek pertanian, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan di tingkat lokal. (*)
