Jabaran.id – SMPN 29 Depok menyelenggarakan serangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang bertujuan menjadikan siswa lebih mencintai bahasa dan sastra melalui berbagai perlombaan yang kreatif dan kolaboratif. Acara yang melibatkan seluruh siswa ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menyediakan ruang berekspresi bagi para peserta didik untuk mengasah bakat dan perkembangan diri.
Ketua Panitia Bulan Bahasa, Saiful Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas dalam literasi. Berbagai perlombaan yang digelar merupakan kolaborasi dari beberapa mata pelajaran bahasa, mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Sunda.

“Tujuannya menjadikan Bulan Bahasa sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas dalam literasi, seperti lomba menulis, membaca puisi, dan kegiatan sastra lainnya,” ujarnya.
Untuk Bahasa Indonesia, lomba yang diadakan meliputi baca puisi, cipta cerpen, dan dongeng. Sementara untuk Bahasa Inggris, siswa dapat unjuk kebolehan dalam story telling, speech, dan writing. Tidak ketinggalan, Bahasa Sunda juga mendapat porsi dengan lomba pidato, ngadongeng, dan aksara Sunda. Selain lomba yang berfokus pada bahasa, panitia juga menyelenggarakan lomba tambahan seperti menyanyi, fashion show, membuat poster bertema 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) dan Sumpah Pemuda, serta lomba membuat kaligrafi.
“Harapannya agar seluruh peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut lebih mencintai bahasa dengan cara mengikuti lomba-lomba sastra yang diadakan di sekolah, menjadi sarana perkembangan diri untuk seluruh peserta didik,” tambah Saiful Bahri.
Melalui partisipasi dalam lomba-lomba ini, diharapkan kecintaan pada bahasa dan sastra dapat tumbuh seiring dengan pengembangan potensi individu setiap siswa.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala SMPN 29 Depok, Titik Sunarsih. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan keleluasaan bagi siswa untuk berkreasi.
“Harapan saya anak-anak siap sebagai pemuda Indonesia yang tangguh dan mengisi kegiatan pemuda yang positif. Apapun karya dan inovasi mereka adalah bukti bahwa merekalah generasi muda yang akan meneruskan Indonesia,” tegasnya.
Titik Sunarsih juga mendorong agar setiap potensi positif anak didik mendapat wadah yang layak. Hal ini sejalan dengan semangat kegiatan Bulan Bahasa yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan soft skill siswa.
“Berikanlah ruang untuk berkreasi dalam bentuk apapun. Jangan pernah membatasi anak untuk beraktivitas positif,” pesannya.
Gelaran Bulan Bahasa di SMPN 29 Depok ini diharapkan tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya generasi muda Indonesia yang cinta bahasa, literasi, dan sastra.
“Dengan menyediakan ruang ekspresi yang positif dan edukatif, sekolah turut serta dalam mempersiapkan pemuda tangguh yang siap melanjutkan estafet pembangunan bangsa di masa depan,” katanya. (*)
