Jabaran.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, SMPN 34 Depok menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa dan kolaborasi dengan komunitas lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan edukasi praktis tentang pengelolaan sampah dan pemanfaatan tanaman obat.
Kepala SMPN 34 Depok, Siti Rohaya, menjelaskan bahwa ada dua kegiatan utama yang dilakukan.

“Satu kegiatan kerja sama dengan Sahabat Ciliwung, di mana beberapa siswa Kader Adiwiyata SMPN 34 berpartisipasi dalam aksi bersih Ciliwung dengan tema ‘Atasi Polusi Plastik’ dan pembuatan ecobrick,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan sungai tetapi juga mengajarkan siswa cara mengelola sampah plastik menjadi ecobrick, yaitu bata ramah lingkungan yang terbuat dari botol plastik yang diisi padat dengan sampah non-organik.
Selain aksi bersih sungai, sekolah juga mengadakan penanaman tanaman obat keluarga (toga) dan pembersihan lingkungan sekolah. Program zero waste school merupakan upaya sekolah untuk mengurangi produksi sampah dan membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
“Siswa diberikan refleksi tentang manfaat menjaga dan melindungi lingkungan, misalnya dari sampah plastik. Jadi, harus mengurangi sampah sebagai bagian dari program zero waste school,” tambah Siti Rohaya.

Pemilihan tanaman toga dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Tanaman obat ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan tetapi juga menjadi media pembelajaran interdisipliner, menggabungkan ilmu biologi, kesehatan, dan kewirausahaan.
“Dipilihnya toga karena ini untuk proyeksi ke depan dalam pembelajaran siswa. Nanti ada pengolahan dari toga tersebut, seperti membuat jamu dari jahe, kunyit, kencur, dan lain-lain,” jelas Siti Rohaya.
Dengan menanam dan merawat toga, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan tetapi juga mendapatkan pengetahuan praktis tentang pemanfaatan tanaman untuk kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut menjadi proyek jangka panjang, di mana siswa bisa terlibat dalam proses pengolahan tanaman menjadi produk yang bermanfaat, seperti jamu atau minuman herbal.
Aksi yang dilakukan SMPN 34 Depok ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menerapkan pendidikan lingkungan yang holistik. Melalui kegiatan nyata seperti pembersihan sungai, pembuatan ecobrick, dan penanaman toga, siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori tetapi juga langsung mempraktikkan cara menjaga lingkungan.
Siti Rohaya menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari kurikulum sekolah.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan generasi yang peduli lingkungan dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, SMPN 34 Depok berharap aksi kecil ini dapat menginspirasi tidak hanya warga sekolah tetapi juga masyarakat sekitar untuk turut serta dalam menjaga bumi. Edukasi lingkungan sejak dini diharapkan dapat menciptakan kebiasaan baik yang akan dibawa siswa hingga mereka dewasa, sehingga upaya pelestarian alam bisa menjadi gerakan yang berkelanjutan. (*)
