Jabaran.id — SMPN 26 Depok bergerak cepat merancang dan memperkuat fondasi pendidikan bagi para peserta didiknya melalui helatan sosialisasi program sekolah yang mempertemukan pihak manajemen sekolah dengan para orang tua murid. Agenda intensif yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai Senin hingga Kamis, 27–30 Juli 2026, menjadi wahana diskusi interaktif untuk menyelaraskan visi serta program prioritas demi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menuturkan pihak sekolah membagi jadwal sosialisasi secara bertahap guna memastikan penyampaian informasi berjalan efektif dan terfokus. Hari pertama sosialisasi difokuskan bagi wali murid kelas VII, disusul wali murid kelas VIII pada hari Selasa. Sementara itu, pembahasan program untuk wali murid kelas IX dialokasikan selama dua hari, yakni pada hari Rabu dan Kamis. Pembagian ini dirancang sedemikian rupa agar setiap jenjang kelas mendapatkan penekanan materi dan program pengembangan yang tepat sasaran sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

Menguatkan sisi holistik dari pendidikan anak, SMPN 26 Depok tidak hanya berfokus pada ranah akademik, tetapi juga menaruh perhatian besar pada aspek kesehatan fisik peserta didik. Pihak sekolah secara khusus menggandeng perwakilan dari Puskesmas Depok Utara sebagai narasumber edukatif yang memaparkan pentingnya pemeliharaan kesehatan remaja.
“Selain itu, kolaborasi ini menekankan urgensi program imunisasi dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai langkah preventif sejak dini,” ucap Ahmad Sujai.
.Pada periode kali ini, SMPN 26 Depok menetapkan serangkaian program prioritas mutakhir, meliputi akselerasi digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan kelas digital, serta peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Peningkatan kapasitas GTK tersebut diwujudkan melalui In-House Training (IHT) yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses belajar-mengajar, penyelenggaraan Coaching Clinic, serta digitalisasi sistem kesiswaan dan kehumasan.
“Di sisi sarana fisik, prioritas pembangunan mencakup kelanjutan pembangunan mushola Al-Awwabien lantai dua, perbaikan fasilitas sanitasi atau toilet siswa, hingga pengerjaan pengecatan lapangan sekolah guna menunjang kenyamanan kegiatan olah raga,” jelasnya.
Ahmad Sujai memaparkan pentingnya penyelarasan visi antara pihak sekolah dan wali murid saat memasuki jenjang kenaikan kelas.
“Mengawali lembaran baru karena anak-anak sudah naik tingkat kelas, tentu ada deretan program baru yang dijalankan oleh sekolah. Oleh karena itu, perlu ada sosialisasi menyeluruh ke orang tua murid agar tercipta pemahaman yang sama. Kegiatan sosialisasi ini menjadi ajang diskusi terbuka antara pihak sekolah dan orang tua, terutama dalam menyampaikan berbagai program prioritas,” ujar Ahmad Sujai.
Keberhasilan dan kelancaran seluruh agenda penataan program sekolah tersebut mendapat penguatan penuh dari wadah perwakilan orang tua murid yang terhimpun dalam komite sekolah.
Sementara itu, Ketua Komite SMPN 26 Depok, Mintarsih, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menjalin sinergi berkelanjutan bersama manajemen sekolah.
“Kedepannya kami dari pihak komite akan terus berkontribusi aktif demi kemajuan pendidikan di SMPN 26 Depok. Komite sekolah akan selalu berkoordinasi secara intensif dengan pihak sekolah maupun orang tua murid, serta memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kebijakan dan program sekolah selama hal tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan peserta didik,” ungkap Mintarsih.
Dari kacamata struktur kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran, operasional pendidikan di SMPN 26 Depok dirancang secara sistematis melalui tiga pilar kegiatan utama untuk mengoptimalkan potensi siswa secara menyeluruh.
Wakil Kurikulum SMPN 26 Depok, Diah Nurmalasari, menjelaskan pembagian struktur kegiatan belajar yang diterapkan di lingkungan SMPN 26 Depok.
“Ada tiga pilar kegiatan utama yang kami jalankan di sekolah, yakni kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler mencakup penyampaian materi pembelajaran formal yang berpatokan pada kurikulum sesuai mata pelajaran masing-masing. Selanjutnya, kegiatan kokurikuler dirancang untuk memperdalam materi intrakurikuler melalui projek pengembangan karakter dan pembelajaran kolaboratif yang disesuaikan dengan potensi lokal, budaya, keagamaan, serta gerakan G7KAIH. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler hadir sebagai wadah pendukung untuk mengeksplorasi, menyalurkan, dan mengembangkan bakat serta potensi non-akademik yang dimiliki oleh para siswa,” tutur Diah Nurmalasari. (*)
