HomePendidikanTim 15 Ekspedisi Patriot UI Sulap Komoditas Lokal Teluk Wondama Tembus Pasar...

Tim 15 Ekspedisi Patriot UI Sulap Komoditas Lokal Teluk Wondama Tembus Pasar Nasional

Jabaran.id–Tim 15 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) menginisiasi program pendampingan “Dari Kebun ke Pasar” di Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Program yang berlangsung dari 3 Agustus hingga 27 November 2026 ini hadir untuk mendongkrak daya saing komoditas lokal seperti pisang, sagu, dan pala agar siap menembus pasar nasional.

Inisiatif tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan klasik yang dihadapi warga lokal, mulai dari produk olahan yang dipasarkan polos tanpa merek dan narasi budaya, ketiadaan fasilitas promosi, hingga sistem penjualan yang masih bersifat insidental tanpa kepastian pasar.

Ketua Tim 15 Ekspedisi Patriot UI, Karin Amelia Safitri menjelaskan, inisiatif tersebut berfokus mendampingi para petani dan pelaku UMKM lokal dalam mengolah serta memasarkan hasil bumi utama daerah, seperti pisang, sagu, dan pala.

Ia menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memberdayakan ekonomi warga lokal.

- Advertisement -

“Pendampingan ini dirancang untuk menyelesaikan masalah dari hulu ke hilir secara utuh. Kita tidak hanya fokus pada olahan pangan, tetapi juga membangun narasi, identitas visual, dan ruang kreatif bagi masyarakat lokal agar mampu mempromosikan komoditasnya secara mandiri,” ujar Karin dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, 23 September 2026.

Guna memastikan keberlanjutan program, lanjut Karin, tim yang beranggotakan Muhammad Ulummudin, Sal Bintang Alwasi, dan Dani Bintang Aprilyanto dari UI, bersama Muhammad Abi Rafdi dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan Muhammad Rifki Arief dari Universitas Sriwijaya (UNSRI), bergerak melancarkan aksi nyata di lapangan.

Karin mengatakan, tim akademisi ini menginisiasi pendampingan hands-on mencakup perancangan logo, pembuatan desain kemasan modern, hingga penyusunan narasi budaya (storytelling) khas Wondama.

“Upaya ini turut mendapat pengawasan dan pendampingan langsung dari dosen Periklanan Kreatif Vokasi Universitas Indonesia,” kata Karin.

Tak hanya itu, tim ekspedisi juga mendirikan dan mengaktifkan Ruang Kreatif Masyarakat di wilayah tersebut.

“Fasilitas ini dilengkapi studio foto produk sederhana, perangkat produksi konten digital, serta ruang pelatihan desain yang nantinya dikelola secara mandiri oleh warga setempat untuk menunjang promosi digital,” ungkapnya.

Langkah progresif anak-anak muda ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah setempat. Dukungan resmi diperoleh usai tim menggelar audiensi dengan Bupati Teluk Wondama serta Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Teluk Wondama yang memberi lampu hijau penuh bagi pengembangan ruang kreatif tersebut.

Karin kembali menegaskan, melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, rantai distribusi dan sistem pemasaran kini dibentuk secara terstruktur.

“Hasil olahan pala, sagu, dan pisang dari Teluk Wondama ditargetkan tidak hanya siap dipasarkan secara profesional, tetapi juga mampu memikat wisatawan, pembeli luas, hingga calon investor,” demikian Karin memungkas.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here