HomeLifestyleYDMuslimwear Melangkah di Runway Fashion Nation dengan Batik Khas Depok

YDMuslimwear Melangkah di Runway Fashion Nation dengan Batik Khas Depok

Jabaran.id – ‘Thread of Tomorrow’ menjadi tema dalam karya pemilik brand YDMuslimwear, Yeane Dewi Mustika dalam perhelatan akbar bertajuk Fashion Nation. Dalam kegiatan yang bertepatan dengan momentum perayaan ulang tahun Senayan City serta Spark Fashion Academy (SFA) ini, Yeane ingin melakukan pendekatan yang sangat personal dan kaya akan makna.

Acara yang mengusung tema besar “The Future Nostalgic”, Yeane beranggapan tema ini bukan sekadar jargon estetika semata, melainkan sebuah narasi yang menghubungkan kembali ingatan kolektif akan masa lalu dengan kebutuhan gaya hidup masa kini. Yeane memilih pendekatan yang berlawanan dengan arus utama yang kerap menampilkan kemewahan berlebihan.

YDMuslimwear di senayan city 4

“Justru kembali ke akar, menyoroti kekayaan tekstil lokal yang selama ini mungkin kurang mendapat perhatian di panggung internasional,” ucap Yeane.

- Advertisement -

Koleksi ini secara khusus menampilkan pesona kain batik yang dipadupadankan dengan potongan modern. Batik, yang identik dengan kesan tradisional dan kuno, diolah sedemikian rupa oleh Yeane menjadi busana masa kini yang minimalis namun tetap elegan. Dalam penjelasannya, Yeane menegaskan bahwa pemilihan material merupakan elemen krusial dalam koleksi ini. Ia menggunakan batik katun dan kain semi wol untuk menciptakan siluet yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman dikenakan dalam berbagai kesempatan.

“Kain batik yang biasanya memiliki kesan tradisional ini saya desain menjadi busana masa kini yang minimalis namun elegan. Saya ingin menunjukkan bahwa batik bisa menjadi bagian dari gaya hidup modern tanpa kehilangan identitas budayanya,” jelasnya dengan antusias.

YDMuslimwear di senayan city 1

Yang membuat koleksi ini semakin istimewa adalah pemilihan motif dan asal daerah kain tersebut. Yeane memutuskan untuk menggunakan batik khas kota Depok, sebuah wilayah penyangga ibu kota yang jarang diekspos sebagai produsen batik dibandingkan daerah lain seperti Solo atau Pekalongan. Ia menyoroti motif “Gong Si Bolong” serta motif gedung tua kontemporer Depok yang berwarna biru. Menurutnya, penggunaan motif ini adalah bentuk dukungan terhadap produk lokal sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya.

“Memakai batik dari kota Depok dengan motif Gong Si Bolong dan gedung tua kontemporer Depok yang berwarna biru adalah bentuk kecintaan saya pada produk lokal. Motif ini membawa kesan hangat dan penuh makna bagi saya pribadi,” tutur Yeane.

Lebih dari sekadar pakaian, koleksi “Thread of Tomorrow” kaya akan detail arsitektural yang memperkuat karakter busana. Yeane mendeskripsikan beberapa elemen signature yang menjadi ciri khas koleksinya kali ini. Mulai dari vest kotak dengan aplikasi tali yang memberikan kesan struktural, penggunaan obi dengan aplikasi kotak yang mempertegas garis pinggang, hingga rok dengan aplikasi draperi dan tali yang menambah dimensi visual pada busana. Salah satu inovasi menarik adalah penggunaan bustie yang dikenakan di luar busana utama.

YDMuslimwear di senayan city 3

“Ada beberapa detail signature yang saya tonjolkan, seperti vest kotak dan aplikasi tali, obi dengan aplikasi kotak, serta rok aplikasi draperi dan tali. Selain itu, ada bustie yang dipakai di luar untuk menonjolkan keindahan batik itu sendiri. Ini adalah upaya saya untuk menciptakan siluet yang unik dan modern,” terangnya.

Yeane menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam acara bergengsi ini berawal dari dedikasinya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan di dunia tata busana.

“Perjalanan saya di industri ini tidak lepas dari proses pembelajaran. Saya pernah mengikuti kelas Fashion Design dan Fast Track di SFA, sehingga saya mendapatkan kesempatan berharga untuk ikut serta dalam gelaran Fashion Nation X SFA ini. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga karena bisa berbagi panggung dengan para kreator lainnya,” ujar Yeane Dewi Mustika.

Di balik kesuksesannya di dunia mode, Yeane Dewi Mustika ternyata memiliki portofolio bisnis yang jauh lebih luas. Ia dikenal sebagai sosok pengusaha multi-talenta yang mampu mengelola berbagai lini usaha sekaligus. Selain menaungi brand fesyen YDMuslimwear, ia juga memiliki brand kuliner bernama Shelvira Cookies, serta bisnis di sektor perjalanan yang mencakup layanan travel umroh, penyewaan Hiace, dan travel dengan nama YDM Trans.

“Dunia kreatif tidak pernah lepas dari saya. Selain YDMuslimwear, saya juga mengembangkan brand kuliner Shelvira Cookies dan sekarang ada juga YDM Trans untuk penyewaan Hiace dan travel umroh. Saya percaya bahwa setiap bisnis memiliki cerita dan pelanggannya sendiri,” pungkasnya. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here