HomeJabarMTRTM PNJ Dorong Efisiensi Energi Pertanian melalui Teknologi Magnetisasi Bahan Bakar di...

MTRTM PNJ Dorong Efisiensi Energi Pertanian melalui Teknologi Magnetisasi Bahan Bakar di Solokan Jeruk

Penulis: Asep Yana Yusyama

Jabaran.id, Kabupaten Bandung — Politeknik Negeri Jakarta ( PNJ ), Pascasarjana, Program Studi Magister Terapan Rekayasa Tekologi Manufaktur (MTRTM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Magnetisasi Bahan Bakar pada Sistem Pompa Irigasi untuk Meningkatkan Efisiensi Energi dan Penghematan Bahan Bakar.”

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian, khususnya dalam mendukung efisiensi penggunaan energi pada pengoperasian pompa irigasi. Program ini dilaksanakan bersama UPTD Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, dengan melibatkan pegawai UPTD Alsintan dan beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

PNJ adakan pengmas 1

- Advertisement -

Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas pegawai UPTD Alsintan Solokan Jeruk dan perwakilan beberapa Gapoktan yang selama ini berkaitan langsung dengan kegiatan pertanian dan pemanfaatan pompa irigasi.

Mendorong Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar

Dalam proposal kegiatan, penggunaan pompa irigasi berbahan bakar diesel menjadi salah satu perhatian karena operasional pompa membutuhkan bahan bakar dalam jumlah tertentu dan menghadapi persoalan fluktuasi harga serta ketersediaan bahan bakar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya operasional kegiatan pertanian.

Melalui kegiatan PkM ini, tim PNJ memperkenalkan penerapan teknologi magnetisasi bahan bakar pada sistem pompa irigasi. Teknologi tersebut menggunakan perangkat berbasis medan elektromagnetik yang dipasang pada jalur bahan bakar sebelum menuju injektor. Dalam proposal, penerapan teknologi ini diarahkan untuk mendukung proses pembakaran bahan bakar yang lebih optimal sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Selain penerapan teknologi, kegiatan juga mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta pemantauan penggunaan bahan bakar dan waktu operasional pompa. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan solusi teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola penggunaan energi secara lebih efisien.

Ketua pelaksana kegiatan PkM, Tatun Hayatun Nufus, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi untuk menghadirkan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami laksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam penggunaan energi untuk mendukung kegiatan pertanian. Kami berharap teknologi magnetisasi bahan bakar yang diperkenalkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar pada pompa irigasi.”

PNJ adakan pengmas 3

Menurut Tatun, keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya ditentukan oleh perangkat yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan memeliharanya.

“Karena itu, kami tidak hanya melakukan penerapan teknologi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai prinsip kerja, pemasangan, pemeriksaan, pemeliharaan, serta pengoperasian pompa secara efisien. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dimanfaatkan oleh mitra setelah kegiatan selesai.”

Hal tersebut sejalan dengan rancangan kegiatan PkM yang menempatkan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan masyarakat.

UPTD Alsintan Solokan Jeruk Sambut Positif Kolaborasi

Sementara itu, Indah Yuliana, perwakilan UPTD Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PkM yang melibatkan UPTD dan kelompok tani.

Dalam sambutannya, Indah Yuliana menyampaikan, “Kami menyambut baik kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Jakarta. Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan alat dan mesin pertanian, sangat bermanfaat bagi kami dan para kelompok tani.”

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada para peserta dalam mengoptimalkan pemanfaatan mesin pertanian.

“Kami berharap para peserta dapat memahami teknologi yang diberikan dan dapat menerapkannya dengan baik. Selain mendapatkan pengetahuan baru, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi UPTD dan kelompok tani untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait penggunaan pompa irigasi dan efisiensi bahan bakar.”

Penerapan Teknologi dan Pendampingan

Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai prinsip dasar magnetisasi bahan bakar, mekanisme penerapan perangkat pada sistem bahan bakar pompa diesel, serta cara pengoperasian dan pemeliharaannya.
Tim PkM juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengaturan waktu pengoperasian pompa sesuai kebutuhan irigasi. Dalam proposal, salah satu permasalahan yang diidentifikasi pada mitra adalah belum optimalnya pengaturan operasional pompa dan belum tersedianya pemantauan penggunaan bahan bakar secara terstruktur.

Penerapan teknologi tersebut selanjutnya diarahkan untuk dilakukan secara terukur melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah implementasi. Beberapa aspek yang dipantau meliputi konsumsi bahan bakar, waktu pengoperasian pompa, serta efisiensi sistem.
Program ini menargetkan adanya pengurangan konsumsi bahan bakar pada kisaran 7–15 persen berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam proposal, disertai peningkatan pemahaman mitra mengenai penggunaan dan pemeliharaan teknologi.

Membangun Pertanian yang Lebih Efisien dan Berkelanjutan

Kegiatan PkM di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pengelolaan energi pertanian yang lebih efisien. Tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola operasional pompa irigasi secara lebih terencana.

Melalui kolaborasi antara Politeknik Negeri Jakarta, UPTD Alsintan Solokan Jeruk, dan kelompok tani, penerapan teknologi diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada kelompok tani lainnya sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat serta mendukung pengembangan pertanian yang lebih efisien, hemat energi, dan berkelanjutan.

Proposal PkM juga menempatkan kegiatan ini dalam kerangka kontribusi terhadap SDGs, khususnya tujuan terkait pembangunan industri dan inovasi, serta mendukung ketahanan pangan dan efisiensi energi. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here