Jabaran.id – Memanfaatkan masa jeda kegiatan belajar mengajar, SDN Mekarjaya 11 yang berlokasi di Jalan Bahagia Raya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, sedang disibukkan agenda pembenahan lingkungan. Langkah ini diambil sebagai upaya sekolah dalam mempercantik tampilan wajah institusi sekaligus memulihkan ekosistem taman yang sebelumnya terdampak oleh proyek pembangunan fisik. Langkah proaktif ini menjadi bagian penting dalam menyambut kembali kehadiran para siswa pada semester mendatang dengan suasana belajar yang lebih segar dan representatif.
Kepala SDN Mekarjaya 11, Nana Marlina, menjelaskan bahwa inisiatif dekorasi ulang tata taman ini merupakan konsekuensi logis setelah sekolahnya menerima bantuan rehabilitasi bangunan yang cukup masif. Sebagai lembaga pendidikan yang menaungi sekitar 750 siswa, ketersediaan ruang terbuka hijau yang tertata dengan baik menjadi prioritas utama. Menurutnya, proses pengerjaan konstruksi pada bulan lalu secara tidak langsung memberikan dampak kerusakan pada beberapa titik taman sekolah, sehingga diperlukan langkah rekonstruksi yang cepat dan tepat sebelum aktivitas akademik kembali normal.

“Kami memanfaatkan waktu liburan sekolah ini secara optimal untuk berbenah dengan mempercantik penampilan sekolah. Fokus utama kami saat ini adalah mendekorasi ulang tata taman yang mengalami kerusakan di beberapa titik akibat adanya proses rehabilitasi bangunan sekolah yang berlangsung bulan lalu. Momentum liburan adalah waktu yang paling memungkinkan bagi kami untuk melakukan pengerjaan fisik taman ini, mengingat pada tanggal 12 Januari 2025 nanti seluruh siswa sudah mulai kembali masuk sekolah,” ujar Nana.
Proses penataan ulang ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen internal sekolah, mulai dari dewan guru hingga tenaga caraka. Kerja sama tim ini difokuskan pada pengadaan dan penanaman kembali aneka tanaman baru untuk mengisi area yang sebelumnya gersang atau rusak.
Nana menambahkan bahwa kehadiran taman yang asri bukan sekadar pemanis visual, melainkan instrumen penting dalam mendukung konsep sekolah ramah anak dan sekolah hijau.
“Tanaman-tanaman yang dipilih juga disesuaikan untuk fungsi memperindah, dan banyak tumbuhan yang berfungsi sebagai paru-paru lingkungan yang mampu menurunkan suhu mikro di area sekolah,” jelasnya.
Terkait detail pembangunan fisik, SDN Mekarjaya 11 sebelumnya telah mendapatkan alokasi bantuan rehabilitasi untuk 10 ruang kelas dengan nilai total mencapai Rp 1,4 miliar.
Nana memaparkan bahwa pengerjaan taman ini merupakan tahap penyempurnaan agar estetika bangunan baru yang megah dapat bersinergi dengan lingkungan yang asri. Rehabilitasi taman mencakup penggantian tanah topsoil yang lebih subur, hingga pengelompokan jenis tanaman hias dan tanaman pelindung yang dapat meningkatkan indeks kebahagiaan siswa saat berada di area luar kelas.
Nana menuturkan, kondisi tanah yang sempat memadat akibat material bangunan selama masa rehab kini digemburkan kembali guna memastikan pertumbuhan tanaman baru berjalan optimal. Marlina menegaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara maraton agar seluruh area hijau siap digunakan sebagai sarana edukasi alam bagi siswa.
“Dengan luasnya area yang dikelola dan jumlah siswa yang mencapai 750 orang, SDN Mekarjaya 11 berkomitmen menjaga keseimbangan antara fasilitas gedung modern dengan kelestarian alam lingkungan sekolah demi menunjang kenyamanan proses belajar mengajar di Kota Depok,” terangnya. (*)
