Jabaran.id,- Jakarta, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam penyelenggaraan Ultraverse Festival. Konser musik berskala besar ini digelar serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar sebagai bagian dari momentum peluncuran layanan XL Ultra 5G+.
Tak sekadar menjadi ajang hiburan dan perayaan teknologi terbaru, Ultraverse Festival juga dirancang sebagai model penyelenggaraan acara ramah lingkungan. Melalui pendekatan pengelolaan sampah yang terukur dan kolaboratif, festival yang menjangkau sekitar 25.000 penonton ini berhasil mengalihkan 1.754 kilogram sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e.
Pengurangan emisi tersebut setara dengan sekitar 700.000 kali pengisian daya smartphone, atau perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh 33.000 hingga 40.000 kilometer. Capaian ini menunjukkan bahwa event berskala besar tetap dapat diselenggarakan secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa penerapan Zero Waste to Landfill dan Responsible Waste Management merupakan bagian dari strategi keberlanjutan terintegrasi perusahaan.
“Penerapan Zero Waste to Landfill dan Responsible Waste Management adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam setiap inisiatif bisnis, termasuk penyelenggaraan Ultraverse Festival. ESG bagi kami bukan sekadar program tambahan, melainkan fondasi operasional dan reputasi perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap kegiatan berskala besar yang diselenggarakan perusahaan kini dirancang dengan prinsip keberlanjutan yang terukur, terdokumentasi, dan dapat direplikasi pada agenda-agenda berikutnya.
Merza juga menjelaskan bahwa pendekatan Zero Waste to Landfill bukanlah yang pertama kali dilakukan. Pada ajang AXIS Nation Cup 2025 tahun lalu, perusahaan berhasil mengelola 4.200 kilogram sampah sepanjang acara berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi landasan penguatan sistem pengelolaan sampah di Ultraverse Festival.
Menurutnya, konsistensi ini turut memperkuat kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap komitmen XLSMART dalam menghadirkan layanan konektivitas yang tidak hanya andal secara teknologi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Penyelenggaraan Ultraverse Festival menerapkan strategi pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kota.
Di Jakarta, konsep Zero Waste to Landfill diterapkan bekerja sama dengan Waste4Change. Strategi ini memastikan hampir seluruh timbulan sampah tidak berakhir di TPA melalui tahapan pengurangan dari sumber, pemilahan terpilah, pemanfaatan kembali, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.
Sementara di Surabaya, pendekatan yang digunakan adalah Reduce Waste to Landfill, dengan fokus pada pengurangan sampah sejak tahap perencanaan acara. Optimalisasi pemilahan dan daur ulang, serta peningkatan praktik guna ulang, dilakukan untuk mendukung ekonomi sirkular dan meminimalkan dampak lingkungan.
Adapun di Denpasar, Bali, pengelolaan difokuskan pada Food Waste Management. XLSMART memonitor pengelolaan limbah makanan yang dilakukan oleh ATLAS sebagai venue, yang bermitra dengan Z Bio. Limbah makanan yang telah dipilah diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik, lalu disalurkan kepada petani lokal di Bali.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat konser musik dengan durasi setengah hari berpotensi menghasilkan hingga 12.500 kilogram sampah, berdasarkan estimasi rata-rata timbulan sampah per orang pada acara berskala besar.
Manager Marketing Communication & Partnership Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengapresiasi komitmen XLSMART dalam menghadirkan konser musik serentak di tiga kota dengan penerapan responsible waste management.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadikan Ultraverse Festival sebagai salah satu contoh praktik baik penyelenggaraan event di industri telekomunikasi yang memperhatikan aspek lingkungan secara sistematis. Selain mengalihkan sampah dari TPA, pengelolaan yang dilakukan juga berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 6,6 ton emisi CO₂, yang setara dengan manfaat ekologis penanaman lebih dari 300 pohon selama satu tahun.
Sementara itu, Co-founder Z Bio, Fredric Tanuwijoyo, menjelaskan bahwa model pengolahan limbah makanan di Bali mengusung prinsip ekonomi sirkular. Limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan kini diolah kembali menjadi produk bernilai guna bagi sektor pertanian.
“Model ini tidak hanya membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mendorong praktik pertanian regeneratif serta memperkuat rantai pasok lokal,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Ultraverse Festival, XLSMART menegaskan posisinya sebagai pelopor praktik event berkelanjutan di industri telekomunikasi Indonesia. Integrasi antara inovasi teknologi dan tanggung jawab lingkungan menjadi pesan utama yang ingin disampaikan perusahaan kepada publik.
Ke depan, pendekatan berbasis ESG ini diharapkan tidak hanya menjadi standar internal perusahaan, tetapi juga mendorong pelaku industri lain untuk menerapkan praktik serupa dalam setiap kegiatan berskala besar.
Dengan capaian pengalihan ribuan kilogram sampah dan pengurangan signifikan emisi karbon, Ultraverse Festival menunjukkan bahwa transformasi digital dan komitmen terhadap keberlanjutan dapat berjalan beriringan menghadirkan pengalaman hiburan modern yang tetap peduli terhadap masa depan lingkungan.(*)
