Jabaran.id – Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Depok pada hari ini. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati lokasi tersebut mengikuti pembukaan resmi Lomba-Lomba Pendidikan (LLP) tingkat Kota Depok. Acara tahunan yang dinanti-nanti ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam mengembangkan potensi siswa di luar ranah akademik formal.
Dalam pembukaan tersebut juga diadakan Lomba Devile dari tiap perwakilan kecamatan dan mata lomba di jenjang SMP. Dimana yang berhasil menjadi juara 1 Lomba Devile adalah Kecamatan Cilodong, Kecamatan Sukmajaya menjadi juara 2, dan juara 3 ditempati Kecamatan Cimanggis.

Sebanyak enam jenis perlombaan disiapkan panitia untuk mengasah kemampuan dan kreativitas para peserta. Keenam lomba tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Festival Literasi Siswa (Felsi), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), serta Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang adu kemampuan semata. Lebih dari itu, menurutnya, Lomba-Lomba Pendidikan merupakan wadah strategis bagi siswa untuk mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang selama ini dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Lomba-lomba Pendidikan ini adalah wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui akademik, seni, olahraga, penelitian, dan literasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Wahid Suryono.
Wahid Suryono juga memaparkan secara rinci sejumlah tujuan utama dari penyelenggaraan LLP tahun ini. Pihaknya berharap kegiatan tersebut mampu mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga, seni, akademik, penelitian, dan literasi secara simultan. Selain itu, ia menambahkan bahwa ajang ini menjadi sarana untuk menggali dan melestarikan, serta meningkatkan kreativitas seni dan budaya di kalangan pelajar.
“Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain: mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga, seni, akademik, penelitian dan literasi; menggali dan melestarikan, meningkatkan kreatifitas seni dan budaya; mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, jujur, rasa percaya diri, dan rasa tanggung jawab,” jelas Wahid Suryono lebih lanjut.
Lebih jauh, Wahid Suryono menekankan bahwa LLP juga dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam berkarya. Menurutnya, anak-anak perlu memiliki wadah untuk berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif. Hal ini, sambungnya, harus dilakukan dengan mengedepankan sikap sportivitas dalam pengembangan diri secara optimal, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kota Depok secara keseluruhan.
“Kegiatan ini bertujuan mengembangkan ekspresi seni sesuai dengan norma budi pekerti dan karakter siswa,” jelasnya.
Tema besar yang diusung dalam Lomba-Lomba Pendidikan tahun ini pun sarat makna. Wahid Suryono mengungkapkan bahwa pihak sengaja memilih tema ‘Menggali Potensi, Mengukir Prestasi: Wujudkan Generasi Berbakat, Berkarakter, dan Berbudaya’ sebagai panduan semangat bagi seluruh peserta dan penyelenggara.
“Kegiatan lomba-lomba pendidikan tahun ini mengusung tema: menggali potensi, mengukir prestasi: wujudkan generasi berbakat, berkarakter, dan berbudaya,” tegas Wahid Suryono.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kota Depok, Raden Muchamad Zakkya Fauzan, memberikan penjelasan teknis terkait mekanisme pelaksanaan lomba untuk masing-masing jenjang pendidikan. Ia mengungkapkan adanya perbedaan sistem seleksi antara tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Untuk tingkat Kota Depok pada jenjang SD, lombanya dimulai dari tingkat Kecamatan terlebih dahulu. Nanti juara-juaranya akan bertanding lagi di tingkat Kota Depok. Sedangkan untuk jenjang SMP, lomba-lombanya langsung diselenggarakan di tingkat Kota Depok,” jelas Zakkya.
Lebih lanjut, Kabid SD tersebut memastikan bahwa seluruh peserta yang ambil bagian dalam ajang ini bukanlah peserta sembarangan. Mereka adalah siswa-siswi terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat di tingkat kecamatan masing-masing. Raden Muchamad Zakkya Fauzan menegaskan bahwa peserta LLP Kota Depok adalah peserta yang telah lolos seleksi tingkat kecamatan untuk jenjang SD dan SMP.
Terkait jumlah peserta, Raden Muchamad Zakkya Fauzan merinci bahwa total peserta yang berhasil lolos ke tingkat kota mencapai 360 orang. Rinciannya, sebanyak 220 peserta berasal dari jenjang SD, sementara 140 peserta lainnya merupakan siswa dari jenjang SMP. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa terdapat 18 kelompok defile atau kontingen yang turut memeriahkan pembukaan acara.
“Jumlah peserta lomba dan kontingen adalah jumlah defile sebanyak 18 kelompok, dengan jumlah peserta SD sebanyak 220 peserta dan SMP sebanyak 140 peserta,” papar Zakkya.
Menutup pemaparannya, Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Depok itu menyampaikan sejumlah hasil yang diharapkan dari terselenggaranya Lomba-Lomba Pendidikan tahun ini. Menurutnya, ada tiga target utama yang ingin dicapai. Pertama, adanya peningkatan kondisi kesehatan jasmani siswa di sekolah sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis mereka. Kedua, terpilihnya siswa terbaik dalam bidang olahraga, sains, dan seni sebagai perwakilan Kota Depok untuk melaju ke tingkat provinsi hingga jenjang yang lebih tinggi. Ketiga, terjalinnya kesatuan dan persatuan antara siswa se-Kota Depok melalui kegiatan lomba pendidikan ini.
“Hasil yang diharapkan: adanya peningkatan kondisi kesehatan jasmani siswa di sekolah sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis; terpilihnya siswa terbaik dalam bidang olahraga, sains dan seni sebagai perwakilan Kota Depok ke tingkat provinsi dan seterusnya; serta terjalinnya kesatuan dan persatuan antara siswa se-Kota Depok melalui kegiatan lomba pendidikan ini,” pungkas Zakkya. (*)
