HomePendidikanSiswa-Siswa Kecamatan Cilodong Siap 'Bertarung' di Enam Ajang Lomba Pendidikan

Siswa-Siswa Kecamatan Cilodong Siap ‘Bertarung’ di Enam Ajang Lomba Pendidikan

Jabaran.id – Sebanyak 309 siswa dari berbagai sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cilodong mulai menunjukkan potensi dan bakat mereka. Mereka bersiap mengikuti rangkaian Lomba-Lomba Pendidikan (LLP) tingkat kecamatan.

Ketua LLP Kecamatan Cilodong, Naim, menjelaskan bahwa enam lomba yang dipertandingkan meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Festival Literasi Siswa (Felsi), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), serta Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI).

Menurut data sementara yang dihimpun panitia, jumlah peserta paling banyak berada di cabang O2SN dengan 103 siswa. Disusul OSN dengan 82 peserta, FLS3N sebanyak 59 peserta, Felsi 50 peserta, Pentas PAI 11 peserta, dan FTBI sebanyak empat peserta.

- Advertisement -

“Data peserta ini masih bersifat sementara, karena nantinya akan ada lagi siswa-siswa yang akan mendaftar untuk menjadi peserta,” ujar Naim saat ditemui di lokasi acara.

Naim juga menambahkan bahwa total ada 18 SD negeri dan 18 SD swasta di kawasan Kecamatan Cilodong. Dengan cakupan wilayah yang luas, pihaknya terus membuka pintu pendaftaran seluas-luasnya bagi sekolah-sekolah yang belum mengirimkan perwakilannya.

“Mari kita gunakan momen ini untuk menunjukkan bakat terbaik dari masing-masing sekolah. Setiap anak punya potensi unik, dan lomba ini adalah panggung mereka,” kata Naim.

Lebih lanjut, Naim menjelaskan bahwa keberagaman jenis lomba sengaja dirancang untuk mengakomodasi minat dan bakat siswa yang berbeda-beda. Ia mencontohkan, untuk siswa yang gemar meneliti dan berpikir logis, OSN menjadi wadah yang tepat. Sementara bagi siswa yang memiliki jiwa seni dan sastra, FLS3N dan Felsi bisa menjadi ajang unjuk gigi.

“Saya mengajak seluruh sekolah untuk tidak ragu mendaftarkan siswanya di LLP,” jelas Naim.

Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Raden Muchamad Zakkya Fauzan, menjelaskan bahwa keberhasilan Kecamatan Cilodong dalam meraih juara devile pada pembukaan Lomba-lomba Pendidikan tingkat Kota Depok bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pembinaan yang konsisten oleh para guru di wilayah tersebut.

“LLP tidak hanya tentang kompetisi, tetapi dalam pengembangan potensi dan kemampuan siswa. Hal itu dari semua sisi karakter siswa. Mulai dari akademik, seni dan budaya, olahraga, kreativitas, bahasa, dan juga keagamaan,” tegas Zakky -sapaannya-.

Pembukaan Lomba lomba pendidikan kecamatan cilodong 1

Lebih lanjut, Zakky menyoroti peran penting orang tua dalam memahami bakat anak di luar ranah akademik. Keberhasilan anak hanya diukur dari nilai rapor atau peringkat kelas, padahal potensi non-akademik seperti seni, olahraga, hingga keagamaan sama berharganya untuk masa depan anak.

“Orang tua harus mengerti juga potensi dan bakat siswa, bahwa semua itu tidak harus bersumber dari sesuatu yang berkaitan akademik. Semua bisa saja dari non akademik. Orang tua harus memahami hal tersebut dan mendukung anak untuk mengembangkannya,” jelas Zakky.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Melangkah maju, mengukir prestasi menuju pendidikan bermutu untuk semua’ ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan keterampilan semata. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Cilodong, Kosasih, menegaskan bahwa LLP merupakan momen krusial dalam pembentukan karakter siswa.

“Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik dalam mengembangkan potensi peserta didik, tidak hanya dalam aspek fisik dan keterampilan, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, serta tanggung jawab,” tutur Kosasih.

Kosasih juga memberikan fakta bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, para pemenang di tingkat kecamatan biasanya melanjutkan prestasi hingga tingkat kota bahkan provinsi. Bahkan beberapa di antaranya berhasil membawa pulang medali dari ajang nasional.

“Melalui kegiatan LLP ini, kami berharap dapat mempererat tali silaturahmi antar sekolah, meningkatkan semangat kompetisi yang sehat, serta mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri secara optimal,” harap Kosasih.

Lebih jauh, Kosasih menjelaskan bahwa nilai-nilai positif yang ditanamkan selama lomba, seperti kejujuran saat bertanding dan kerja sama tim, akan terbawa hingga siswa dewasa kelak.

“Seorang siswa yang terbiasa berkompetisi secara sehat cenderung lebih tahan banting menghadapi tekanan di dunia kerja nantinya,” pungkas Kosasih. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here