HomePendidikanResmi Diluncurkan, Program SMK 3+1 Siap Kirim Lulusan ke Pasar Kerja Internasional

Resmi Diluncurkan, Program SMK 3+1 Siap Kirim Lulusan ke Pasar Kerja Internasional

Jabaran.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat SMK) menghadirkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK dengan format 3+1. Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan SMK tidak hanya sebagai tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga tenaga kerja internasional yang siap bersaing di pasar global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa program ini merupakan kebijakan strategis untuk mengembangkan kompetensi lulusan SMK ke depan. Menurutnya, lulusan SMK harus dipersiapkan menjangkau peluang kerja yang lebih luas, termasuk di luar negeri.

“Program ini sekaligus menjadi upaya untuk memenuhi hak konstitusi, di mana setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan,” tutur Abdul Mu’ti.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) atau yang disingkat sebagai program SMK 3+1. Menurutnya, program ini sudah dirancang sejak tahun 2025 dan akan menjadi jembatan kebekerjaan internasional bagi lulusan SMK.

- Advertisement -

“Program ini adalah jembatan kebekerjaan internasional lulusan SMK yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan vokasi yang mendorong link and match dengan industri serta memperluas akses peluang kerja, termasuk peluang kerja luar negeri. Kerja sama inilah yang akan menjadi wajah masa depan pendidikan vokasi Indonesia,” jelas Tatang Muttaqin.

Tatang Muttaqin menambahkan bahwa di tengah peningkatan mobilitas pasar tenaga kerja global, lulusan SMK diharuskan mampu beradaptasi dengan cepat. Kebutuhan pasar kerja saat ini tidak hanya terbuka di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara lain, sehingga lulusan SMK nantinya dapat memiliki karier internasional.

Berdasarkan nama programnya, SMK 3+1 diartikan sebagai tiga tahun masa belajar di SMK, kemudian dilanjutkan dengan satu tahun belajar dan mengasah keterampilan serta pengalaman kerja di luar negeri. Pada tiga tahun pertama, siswa akan belajar sesuai dengan kurikulum nasional yang berlaku di masing-masing sekolah.

Setelah menyelesaikan tiga tahun pendidikan dasar kejuruan, siswa mengikuti satu tahun tambahan yang digunakan untuk belajar bahasa, budaya kerja, hukum, hak, serta perlindungan tenaga migran di negara tujuan. Selama satu tahun tersebut, murid tidak hanya dituntut untuk bekerja, tetapi juga belajar hidup mandiri dan menjadi duta asal Indonesia.

“Tambahan satu tahun belajar ini membuat murid SMK yang akan bekerja ke luar negeri ini benar-benar sudah siap, baik secara mental, bahasa, termasuk hukum dan hak-hak perlindungan tenaga migran Indonesia di negara tujuan,” imbuh Tatang Muttaqin.

Dengan adanya tambahan masa belajar ini, program tersebut dinamakan kelas agar para murid dapat benar-benar belajar dan siap secara menyeluruh ketika berangkat bekerja ke luar negeri. Persiapan yang matang diharapkan mampu melindungi para tenaga kerja muda Indonesia dari berbagai risiko yang mungkin dihadapi di negara tujuan.

Saat ini, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sudah diterapkan di 49 SMK di seluruh Indonesia. Dua di antaranya adalah SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Jawa Timur dan SMKN 1 Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diketahui menyambut baik pelaksanaan program ini.

Kemendikdasmen berharap setiap sekolah yang terlibat dalam program ini mampu mengintegrasikan poin-poin penting atau materi kebekerjaan luar negeri ke dalam kurikulum satuan pendidikan masing-masing. Dengan integrasi yang baik, materi yang diajarkan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri di tingkat internasional.

“Dengan demikian, program ini akan mampu menghasilkan generasi muda yang produktif, berdaya saing global, dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan reputasi tenaga kerja Indonesia di dunia internasional,” demikian pernyataan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here