HomeLifestyleMengompol pada Anak Usia 8-10 Tahun, Ini Penjelasan Dokter dan Kapan Perlu...

Mengompol pada Anak Usia 8-10 Tahun, Ini Penjelasan Dokter dan Kapan Perlu Diperiksakan

Jabaran.id – Anak yang masih mengompol saat tidur bisa membuat orangtua bertanya-tanya, terutama ketika usianya sudah memasuki sekolah dasar. Kondisi ini juga tidak selalu mudah dibicarakan karena anak mungkin mulai merasa malu atau berbeda dari teman-temannya.

Padahal, setiap anak memiliki perkembangan kontrol buang air kecil yang berbeda, termasuk saat tidur pada malam hari. Orangtua dapat memperhatikan kebiasaan anak dan gejala lain yang muncul untuk memahami kondisi tersebut lebih jauh.

Istilah medis untuk mengompol saat tidur adalah nocturnal enuresis, yaitu kondisi ketika anak berusia 5 tahun atau lebih buang air kecil saat tidur tanpa terbangun.

Dokter urologi dari The Hospital for Sick Children (SickKids) sekaligus Associate Professor of Paediatrics di University of Toronto, Dr Joana Dos Santos, mengatakan kondisi ini masih dialami sebagian anak.

- Advertisement -

“Jadi, anak usia 8, 9, atau 10 tahun yang masih mengompol saat tidur jelas bukan satu-satunya,” ujar Dos Santos, disadur dari Today’s Parent.

Sekitar satu dari 10 anak masih mengompol saat tidur pada usia 7 tahun, sedangkan sekitar 5 persen anak mengalaminya pada usia 10 tahun. Sebagian anak bahkan masih mengompol hingga remaja, sementara kondisi tersebut bertahan pada sekitar 1-2 persen orang dewasa.

Ia mengungkapkan bahwa faktor keluarga juga dapat berpengaruh terhadap kondisi ini.

“Jika salah satu atau kedua orangtua mengompol saat masih anak-anak, anak mereka lebih mungkin mengalami hal yang sama,” kata Dos Santos.

“Ini bukan kesalahan siapa pun karena sering kali berkaitan dengan keterlambatan perkembangan kontrol kandung kemih pada malam hari,” tambahnya.

Dos Santos menjelaskan, mengompol biasanya terjadi ketika beberapa proses dalam tubuh tidak berjalan selaras pada malam hari.

“Mengompol biasanya terjadi ketika tiga hal tidak selaras pada malam hari, anak menghasilkan lebih banyak urine daripada yang dapat ditampung kandung kemih, kapasitas kandung kemih pada malam hari lebih kecil, dan otak tidak membangunkan anak tepat waktu,” jelasnya.

“Banyak anak yang mengompol merupakan anak yang tidur sangat nyenyak, tetapi tidur nyenyak saja bukan satu-satunya penyebab,” lanjut Dos Santos.

“Kandung kemih, ginjal, dan otak harus bekerja sama pada malam hari,” tuturnya.

Sembelit juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan orangtua. Feses yang menumpuk dapat menekan kandung kemih dan mengganggu sinyal antara kandung kemih dan otak.

Orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika anak berusia lebih dari 5 tahun dan mengompol mulai menyebabkan stres, rasa malu, atau membuatnya menghindari aktivitas.

Pemeriksaan juga diperlukan jika anak yang sebelumnya sudah kering selama lebih dari enam bulan kembali mengompol.

Gejala seperti sering ingin buang air kecil, mengompol pada siang hari, nyeri saat buang air kecil, infeksi saluran kemih berulang, sering haus, sembelit, atau mendengkur juga perlu diperhatikan.

“Pada kunjungan pertama, keluarga dapat mengharapkan percakapan mendetail tentang kebiasaan buang air kecil anak pada siang dan malam hari, buang air besar, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan,” ucap Dos Santos.

“Biasanya dilakukan pemeriksaan fisik dan tes urine sederhana, dan sebagian besar anak tidak memerlukan pemeriksaan invasif,” imbuhnya.

Dos Santos juga menegaskan bahwa orangtua tidak perlu menyalahkan anak karena kondisi tersebut.

“Mengompol bukan karena malas, membangkang, atau masalah perilaku,” tegasnya.

“Anak-anak juga tidak ingin untuk mengalaminya,” papar Dos Santos.

Orangtua dapat membantu dengan tetap tenang, menggunakan pelindung kasur, dan melibatkan anak dalam membersihkan tempat tidur tanpa menyalahkannya.

Jika mengompol terus berlanjut dan mulai mengganggu kepercayaan diri atau aktivitas anak, orangtua dapat mendiskusikan pilihan penanganan dengan dokter. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here