HomeJabarMenko Zulhas Sebut Pengelolaan Sampah di TPAS Galuga Bogor Dibagi Jadi Dua...

Menko Zulhas Sebut Pengelolaan Sampah di TPAS Galuga Bogor Dibagi Jadi Dua Skema

Jabaran.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan persoalan sampah menggunung di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor segera teratasi.

Kepastian itu disampaikan usai melakukan groundbreaking pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Pirolisis (PSEP).

Zulhas menjelaskan, TPAS Galuga menjadi titik keempat pelaksanaan groundbreaking proyek nasional pengolahan sampah menjadi energi, setelah sebelumnya dilakukan di Bali, Gollangka, dan Kota Bekasi.

“Groundbreaking pertama dulu Bali, kedua Gollangka, ketiga Kota Bekasi, keempat di sini Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Ini kita perkirakan akan selesai di tahun 2027 terus akan berlanjut diperkirakan masih ada sampai enam lagi dan sampai akhir sampai tahun depan 24 yang akan groundbreaking,” beber Zulhas.

- Advertisement -

Selain itu lanjut Zulhas, proyek ini menjadi solusi untuk kondisi darurat di sejumlah TPAS besar yang selama ini menerapkan sistem open dumping dengan ketinggian sampah yang sudah sangat kritis.

“Ini yang pembangkit pengolahan sampah menjadi energi listrik yang darurat, sampah yang open dumping yang tingginya rata-rata sudah 50-60 meter seperti di sini kemarin terbakar, masih ya sudah selesai begitu juga yang di Kramat Jati begitu juga yang di Bantar Gebang, ini yang kita selesaikan,” tuturnya.

Zulhas mengatakan, nantinya pengelolaan sampah di Galuga akan dibagi menjadi dua skema. Sampah baru yang setiap hari masuk akan diolah menjadi energi listrik (PSEL), sementara sampah lama yang sudah bertahun-tahun menggunung akan diolah dengan teknologi pirolisis menjadi bahan bakar solar (PSEP).

“Tiga ribu sampai empat ribu ton yang diolah, di sini seribu lima ratus. Jadi kalau tiga ribu kalau seribu lima ratus artinya separuh bisa selesai, sementara yang lama ini kita akan ke sana itu diolah menjadi pirolisis,” papar Zulhas.

“Jadi ada pengolahan sampah yang baru ada yang lama ada dua ya. Ini yang baru, yang baru datang diselesaikan melalui buang sampah menjadi energi listrik, yang satu lagi sampah yang sudah ada diolah lagi menjadi pirolisis atau solar,” tambahnya.

Zulhas menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo untuk menuntaskan persoalan sampah di seluruh Indonesia hingga tahun 2029, tidak hanya di TPAS besar tetapi hingga ke tingkat kabupaten dan sumber-sumber sampah harian.

“Selain itu tentu ada yang lain, ada yang di bawah yang ada seratus ton, dua ratus ton level kabupaten ya, kemudian ada sampah rumah tangga ada sekolah ada di mal di pasar dan seterusnya itu juga perintah Pak Presiden untuk kita selesaikan sampai tahun 2029 mendatang,” jelasnya.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here