Jabaran.id — Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Diseminasi Klinis Kedokteran Regeneratif Translasi: Pengenalan Aplikasi Sel Punca Dewasa dan Sekretom terhadap Penyakit Neurologi Berdasarkan Laporan Kasus Berbasis Bukti Dunia.”
Acara yang berlangsung secara daring melalui Google Meet ini diikuti oleh 204 mahasiswa FK UPNVJ tingkat dua.
Edukasi ini bertujuan memperluas wawasan calon dokter mengenai perkembangan ilmu kedokteran regeneratif mutakhir, khususnya terapi berbasis sel punca (stem cell) dan sekretom untuk kasus-kasus saraf.

Ketua Tim PkM FK UPNVJ, Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, Sp.S., M.S., DARBM, menyatakan bahwa pengenalan inovasi ini sangat krusial diberikan sejak masa pendidikan preklinik.
“Melalui diseminasi ini, kami ingin mahasiswa memahami perkembangan riset kedokteran regeneratif mutakhir dan mengenali potensi penerapannya dalam bidang neurologi,” ujar Arman.
Selain Arman, tim pelaksana kegiatan ini juga melibatkan dr. Riezky Valentina Astari, Sp.S., dan Dwi Arwandi Yogi Saputra, S.KM., M.K.M.
Tim menyajikan pembahasan mendalam berbasis laporan kasus (case report) dan bukti ilmiah yang berkembang pesat di tingkat global.
Arman menegaskan bahwa pengenalan materi ini juga dirancang untuk melatih pola pikir kritis calon tenaga medis dalam menelaah bukti ilmiah sebelum mengambil keputusan klinis.

“Kami berupaya meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pendekatan evidence-based medicine agar mereka mampu membedakan potensi terapi yang sedang dikembangkan dari intervensi yang telah memiliki bukti keamanan dan efektivitas klinis memadai,” kata Arman.
Melalui program PKM ini, FK UPNVJ berkomitmen memperkuat literasi ilmiah dan mendorong lahirnya lulusan kedokteran yang adaptif serta tanggap terhadap inovasi pelayanan kesehatan masa depan.
“Kegiatan ini diharapkan membentuk calon dokter yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kritis mengevaluasi bukti ilmiah, serta selalu memegang prinsip kehati-hatian dalam menerapkan teknologi medis mutakhir,” ucap Arman.


