Jabaran.id – SDN Pondokcina 2 melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 dengan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas I hingga kelas VI juga dihadiri oleh pengurus komite sekolah beserta para koordinator kelas (korlas) ini berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk menanamkan nilai persatuan, cinta tanah air, serta penghargaan terhadap keberagaman sejak dini.
Dalam upacara tersebut, para peserta tampil dengan beragam pakaian, mulai dari seragam Pramuka, seragam putih-merah, batik, hingga pakaian adat daerah. Keberagaman busana yang dikenakan para siswa menambah semarak suasana sekaligus menjadi gambaran nyata kekayaan budaya Indonesia.

Kepala SDN Pondokcina 2, Rosa Pursita mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengingatkan kembali pentingnya semangat persatuan di tengah perbedaan suku, budaya, bahasa, dan latar belakang.
“Semoga nilai-nilai tersebut dapat tumbuh dalam keseharian kalian, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, perbedaan pakaian kalian hari ini menjadi bukti ada persatuan didalamnya,” ucap Rosa Pursita.
Sementara itu, Ketua Panitia Bulan Bahasa, Syafrudin mengatakan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan sertifikat kepada para juara berbagai lomba dalam rangka Bulan Bahasa yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya.
Beragam perlombaan Bulan Bahasa menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar menghargai karya dan prestasi teman-temannya.
“Apresiasi ini bapak harapkan dapat menjadi motivasi bagi anak anak semua untuk terus belajar, berani berkarya, dan mengembangkan potensi,“ ucap Syafrudin.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SDN Pondokcina 2 tidak hanya memperingati momentum bersejarah bangsa, tetapi juga menguatkan komitmen dalam membangun karakter peserta didik yang berprestasi, berbudaya, dan memiliki semangat persatuan.
“Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, bekerja sama, menjaga kerukunan, serta mencintai Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Syafrudin. (*)


