Jabaran.id — SMPN 22 Depok mengadakan kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda yang digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026. Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat karakter siswa dalam menghayati nilai-nilai Sumpah Pemuda.
Kepala SMPN 22 Depok, Titik Sunarsih, menjelaskan bahwa rangkaian acara Gebyar Sumpah Pemuda dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa dalam memaknai nilai-nilai persatuan dan kebangsaan.

“Rangkaian acara diawali dengan prosesi Mapag, yakni penyambutan yang diiringi oleh guru-guru SMPN 22 Depok. Nuansa budaya dan kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa dan kekayaan tradisi Indonesia,” ujar Titik Sunarsih.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan beragam penampilan kreatif dari perwakilan kelas dan OSIS. Titik menuturkan bahwa para peserta didik menunjukkan bakat, keberanian, dan kemampuan bekerja sama melalui penampilan yang mencerminkan semangat generasi muda dalam berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
“Para siswa menunjukkan bakat, keberanian, dan kemampuan bekerja sama melalui penampilan yang mencerminkan semangat generasi muda dalam berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” paparnya.

Salah satu momen istimewa dalam kegiatan tersebut adalah penampilan Anindira dan Padmeva, peserta didik inklusi SMPN 22 Depok. Titik menegaskan bahwa penampilan keduanya menjadi bagian penting dari perayaan yang menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi, kesempatan, dan hak yang sama untuk berekspresi serta berpartisipasi dalam kehidupan sekolah.
“Penampilan keduanya menjadi bagian penting dari perayaan yang menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi, kesempatan, dan hak yang sama untuk berekspresi serta berpartisipasi dalam kehidupan sekolah,” ungkapnya.
Kemeriahan Gebyar Sumpah Pemuda berlanjut dengan pengumuman pemenang Lomba Bulan Bahasa yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya. Titik memaparkan bahwa berbagai perlombaan diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, literasi, kreativitas, dan kecintaan peserta didik terhadap bahasa sebagai identitas sekaligus kekayaan budaya bangsa.
“Berbagai perlombaan diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, literasi, kreativitas, dan kecintaan peserta didik terhadap bahasa sebagai identitas sekaligus kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.
Sebagai penutup, kegiatan dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Steven Seran. Titik menyampaikan bahwa penampilan tersebut menambah semarak perayaan dan menghadirkan suasana kebersamaan bagi seluruh warga sekolah yang mengikuti rangkaian acara.

“Penampilan tersebut menambah semarak perayaan dan menghadirkan suasana kebersamaan bagi seluruh warga sekolah yang mengikuti rangkaian acara,” ungkapnya.
Titik berharap, melalui Gebyar Sumpah Pemuda tahun ini, peserta didik tidak hanya mengenang sejarah persatuan bangsa, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat patriotisme diharapkan tumbuh melalui kecintaan terhadap tanah air, kegigihan diwujudkan dalam belajar dan berkarya, sedangkan empati ditunjukkan melalui sikap saling menghargai, peduli, dan menerima perbedaan.
“Semangat patriotisme diharapkan tumbuh melalui kecintaan terhadap tanah air, kegigihan diwujudkan dalam belajar dan berkarya, sedangkan empati ditunjukkan melalui sikap saling menghargai, peduli, dan menerima perbedaan,” jelasnya. (*)


