Jabaran.id – Sebanyak 308 peserta dari 37 sekolah dasar di Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, mengikuti Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat kecamatan yang digelar hari ini. Kegiatan tersebut menjadi ajang unjuk kemampuan siswa dalam bidang seni dan keagamaan sekaligus penyeimbang prestasi akademik.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono dan dihadiri juga oleh dihadiri Camat Pancoranmas, Pengawas SD kota Depok, Pengawas PAI kota Depok, Ketua KKG PAI Kota Depok, Ketua PGRI Pancoranmas, K3S Negeri dan Swasta.
PIC Pentas PAI Kecamatan Pancoranmas, Saefulloh, yang juga merupakan Guru PAI di SDN Anyelir 1, menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan delapan cabang perlombaan. Kedelapan mata lomba tersebut meliputi Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), adzan, kaligrafi, Binaush Sholah, kasidah, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC).
“Ada 308 peserta, dari 24 SD negeri, dan 13 SD swasta,” ujar Saefulloh yang juga Ketua KKG PAI Kecamatan Pancoranmas.

Menurut Saefulloh, salah satu terobosan besar dalam penyelenggaraan tahun ini adalah penggunaan dewan juri yang seluruhnya berasal dari luar lingkungan sekolah se-Kecamatan Pancoranmas. Ia mengakui bahwa kebijakan tersebut baru pertama kali diterapkan dalam sejarah pentas PAI di wilayah ini. Langkah itu diambil untuk memastikan objektivitas penilaian dan meminimalkan potensi konflik kepentingan antarsekolah.
“Ini lomba yang berkaitan dengan keagamaan, jadi penyeimbang dalam memberikan wadah prestasi. Seluruh jurinya berasal dari luar lingkungan sekolah kecamatan Pancoranmas,” jelas Saefulloh.
Saefulloh juga menambahkan bahwa seluruh proses penjurian dilakukan secara profesional dan independen. Dewan juri yang didatangkan dari luar kecamatan telah melalui seleksi kompetensi di bidang masing-masing cabang lomba, mulai dari tilawah hingga seni kaligrafi..
Tak hanya itu, Saefulloh menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter Islami sekaligus menggali potensi seni dan kreativitas siswa. Ia menggarisbawahi bahwa prestasi di bidang agama sama pentingnya dengan prestasi di bidang sains dan teknologi.

Saefulloh mengungkapkan filosofi di balik penyelenggaraan lomba ini. Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga perlu diaktualisasikan melalui berbagai bentuk kreasi dan seni. Ia mengutip tema besar yang diusung panitia dalam kegiatan ini, yakni ‘Menumbuhkan nilai-nilai Islami melalui kreativitas dan seni peserta didik’.
Ia berharap, melalui pentas ini, anak-anak tidak hanya berkompetisi tetapi juga saling belajar dan mengapresiasi keberagaman ekspresi Islami. Kehadiran lomba kasidah dan kaligrafi, misalnya, menjadi bukti bahwa nilai-nilai agama dapat disampaikan melalui medium seni yang indah dan menyejukkan.
Terkait sistem penghargaan, panitia menyiapkan jenjang juara yang terdiri dari juara pertama hingga juara ketiga, serta juara harapan pertama hingga harapan ketiga. Saefulloh menjelaskan bahwa juara pertama, kedua, dan ketiga akan mendapatkan piala serta sertifikat.
“Juaranya 1 sampai dengan harapan 3. Siswa yang dapat piala dan sertifikat untuk juara 1 sampai 3. Sedangkan juara harapan 1 – 3 mendapatkan sertifikat,” terangnya.
Lebih lanjut, Saefulloh memberikan fakta penting bahwa seluruh juara pertama dari masing-masing cabang lomba berhak melaju ke tingkat Kota Depok. Kesempatan ini menjadi motivasi besar bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
Saefulloh juga menyampaikan bahwa total peserta yang mencapai 308 orang berasal dari 24 SD negeri dan 13 SD swasta. Menurutnya, angka partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari sekolah-sekolah di Kecamatan Pancoranmas.
“Apresiasi tertinggi bukan hanya diraih oleh para juara, tetapi juga setiap anak yang berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Gelaran ini menjadi tradisi positif yang terus menghidupkan semangat Islami di kalangan generasi muda Depok,” ucap Saefulloh. (*)
Daftar Juara di Pentas PAI Kecamatan Pancoranmas :

