Jabaran.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pembangunan Nasional atau UPN Veteran Jakarta menggelar penyuluhan bertajuk “Penguatan Perilaku Hidup Sehat dalam Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja dengan Risiko Gaya Hidup Sedentari” di SMA Islam Dian Didaktika, Cinere, Kota Depok, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Adapun tim dosen yang terlibat dalam PKM tersebut, yakni :
Dra. Cut Fauziah, M.Biomed (Ketua Tim PKM)
dr. Hany Yusmaini, M.Kes, SpKKLP
dr. Fajriati Zulfa, M.Biomed
Meiskha Bahar, S.Si. M.Si
Titik Yudiyanti, ST
Penyuluhan tersebut juga dibantu dua mahasiswa semester 6 FK UPN Veteran Jakarta dengan ratusan peserta dari siswa SMA Islam Dian Didaktika, Cinere, Kota Depok.

Ketua Tim PKM UPN Veteran Jakarta, Dra. Cut Fauziah, M.Biomed, mengungkapkan, kasus Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada usia remaja di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Fenomena ini dipicu oleh perubahan gaya hidup modern, mulai dari pola makan tinggi kalori, konsumsi gula berlebih, hingga tingginya intensitas penggunaan gadget yang memicu gaya hidup kurang bergerak (sedentary lifestyle),” kata Cut Fauziah usai penyuluhan.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lanjut Cut, ada 4 dari 5 remaja di dunia (80%) tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari.
“Jika dianalogikan di dalam kelas terdapat 40 siswa, artinya sekitar 32 siswa kemungkinan besar kurang aktif bergerak. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan posisi duduk atau berbaring sambil menggunakan gadget,” ujar Cut Fauziah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, gaya hidup sedentari ini berkaitan erat dengan peningkatan risiko DM Tipe 2. Aktivitas fisik sangat krusial dalam membantu tubuh mengatur kadar gula darah.
“Ketika tubuh kurang bergerak, sensitivitas terhadap insulin akan menurun, memicu resistensi insulin, dan akhirnya menyebabkan lonjakan gula darah yang berujung pada Diabetes Melitus,” paparnya.

Cut Fauziah menjelaskan, selama ini berkembang anggapan keliru di masyarakat bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes hanya menyerang orang dewasa atau lansia akibat penurunan fungsi organ.
Mitos inilah yang membuat para remaja sering kali abai terhadap kualitas dan nutrisi jajanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Padahal, jika remaja sudah terkena DM Tipe 2, hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas harian serta prestasi mereka di sekolah.
“Karena itu, kami menilai edukasi pada tingkat SMA sangat tepat sasaran. Di usia ini, remaja sudah memiliki bekal pemahaman dasar tentang kesehatan yang cukup baik, sehingga intervensi edukasi diharapkan dapat langsung berdampak pada perubahan perilaku nyata,” paparnya.
Ia menerangkan, ada tiga topik utama yang dibagikan Tim PKM FK UPN Veteran Jakarta dalam kegiatan ini, yaitu perilaku hidup sehat pada remaja, dimana mereka memahami bahaya jangka panjang dari sedentary lifestyle.
Kedua, pencegahan diabetes melitus tipe 2, dengan mengenali gejala awal dan tren peningkatan kasus pada usia muda.
“Topik ketiga, pola hidup gizi seimbang, karena penting sekali menjaga asupan nutrisi serta melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur,” terang Cut Fauziah.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim dosen melakukan Pre-Test dan Post-Test guna menilai tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan pemaparan materi. Selain itu, suasana penyuluhan berjalan interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab berhadiah menarik untuk memotivasi para siswa.
“Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa SMA Islam Dian Didaktika Depok dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya dalam menerapkan pola hidup sehat, aktif bergerak, dan meredam laju kasus diabetes pada generasi muda,” ucap Cut Fauziah.
Suasana semakin seru, karena Tim PKM, memberikan hadiah menarik bagi peserta yang dapat menjawab dan berani bertanya saat penyuluhan berlangsung sebagai bentuk apresiasi lantaran telah sungguh-sungguh memperhatikan pemaparan dengan baik.
