Jabaran.id – SMPN 2 Depok di hari pertama dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) usai libur Idul Fitri 1447 Hijriyah kedatangan Menteri Pendidikan, Abdul Muti. Di kesempatan tersebut, Abdul Muti bertindak sebagai pembina upacara bendera. Kedatangan Abdul Muti ke Kota Depok disambut oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, serta Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno. Kehadiran menteri di tengah 1.330 siswa ini menandai komitmen pemerintah dalam menyemangati dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Muti juga melakukan kegiatan simbolis dengan menyerahkan alat kebersihan dan peningkatan mutu Pendidikan kepada SMPN 2 Depok, SDN Anyelir 1, SDN Depok Jaya 1, dan SDN Depok Baru 8, dan SMAN 1 Depok. Usai upacara, rombongan melanjutkan kunjungan ke SDN Depok Baru 8. Di sana, Abdul Muti menyempatkan diri untuk meninjau langsung kondisi sarana prasarana sekolah serta berinteraksi secara akrab dengan para siswa, memastikan kesiapan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara di hadapan ratusan siswa SMPN 2 Depok, Abdul Muti menyampaikan visi besar tentang peran penting para siswa dalam menentukan masa depan bangsa. Ia secara tegas mengingatkan bahwa momentum tahun 2026 ini menjadi titik awal yang krusial.
“Anak-anak di tahun 2026 itu menjadi pengisi generasi emas bangsa Indonesia di tahun 2045. Yang terhitung 19 tahun lagi. Untuk menjadi generasi emas untuk masa depan bangsa Indonesia, terutama tahun 2045,” ujar Abdul Muti.
Menteri Pendidikan tersebut menjelaskan bahwa untuk mencapai cita-cita besar tersebut, para pelajar harus berpegang teguh pada ikrar pelajar Indonesia. Menurutnya, fondasi utama terletak pada karakter dan akhlak mulia yang dibangun dari hubungan harmonis dengan orang tua dan guru.
“Bekalnya menghormati orang tua dan guru. Karena mereka adalah orang yang penuh cinta kasih dan dedikasi untuk kesiapan di masa depan,” tegasnya dalam sesi amanat tersebut.
Lebih lanjut, Abdul Muti memberikan penjelasan komprehensif mengenai karakteristik yang harus dimiliki oleh generasi penerus bangsa. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata, tetapi juga kemampuan untuk berkolaborasi dan menciptakan lingkungan yang aman.
“Harus menjadi generasi yang mencintai ilmu dan bisa membawa keberhasilan baik secara pribadi ataupun anak-anak Indonesia. Harus rukun dengan teman dan saling menghormati itu bisa sukses dan menjadi hebat di masa depan. Tentunya harus bisa bekerjasama dengan orang lain. Tidak melakukan kekerasan baik verbal dan non verbal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” paparnya panjang lebar.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Muti juga menyoroti pentingnya aktualisasi diri melalui prestasi yang diimbangi dengan pengembangan potensi diri. Ia mendorong para siswa untuk tidak hanya berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga membawa nama harum sekolah, daerah, hingga Indonesia di kancah yang lebih luas.
“Menaikan juga harkat dan martabat sekolah, daerah, dan juga Indonesia dengan prestasi sesuai dengan potensi diri, itu harus diimbangi dengan keinginan untuk mengembangkan potensi dan bakat,” jelas Abdul Muti.
Menariknya, Abdul Muti turut memberikan fakta bermanfaat mengenai gaya hidup yang relevan dengan tantangan zaman. Ia mengajak seluruh siswa untuk memulai kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi keberlanjutan hidup.
“Sebagai awalan adalah budaya hidup yang sehat dan bermanfaat untuk fisik dan juga membuat alam kita menjadi lestari. Membiasakan diri hidup bersahaja, dengan melakukan hal-hal bermanfaat dan menghindari yang bisa menimbulkan kerusakan,” ungkapnya.
Menghadapi pesatnya perkembangan era digital, Abdul Muti tidak lupa memberikan bekal utama mengenai adaptasi teknologi. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci utama dalam meraih keberhasilan di masa depan.
“Kedepannya orang yang menguasai teknologi yang bisa mengambil banyak peran dalam menuju keberhasilan. Bekal utamanya adalah kedisiplinan dalam memanfaatkan teknologi,” pesan Abdul Muti.
Kunjungan Menteri Pendidikan ini menjadi pemantik semangat baru bagi dunia pendidikan di Kota Depok, menegaskan bahwa persiapan menuju Generasi Emas 2045 dimulai dari langkah-langkah kecil hari ini: disiplin, bersahaja, dan cakap teknologi. (*)
