HomePolitikDPRD Depok Soroti 6 Isu Krusial di Hari Anak Nasional 2026

DPRD Depok Soroti 6 Isu Krusial di Hari Anak Nasional 2026

Jabaran.id – Momen Peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, secara tegas menyoroti enam isu krusial yang perlu diperkuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Diketahui pada 23 Juli 2026 diperingati Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Menurut Hj. Yuni, momen Hari Anak Nasional ini tidak hanya sekedar serimoni, tetap seluruh elemen harus benar-benar hadir menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di lapangan.

“Momen ini juga menjadi ajang evaluasi penting bagi pemenuhan hak anak di Kota Depok demi mewujudkan lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak,” tegas Hj. Yuni, Kamis, 23 Juli 2026 siang.

- Advertisement -

Ia pun memaparkan 6 isu krusial yang masih perlu diperkuat oleh Pemerintah Kota Depok, yakni pertama, minimnya ketersediaan ruang terbuka ramah anak yang aman, nyaman, dan mudah diakses di setiap wilayah.

“Masih terdapat lingkungan permukiman yang minim fasilitas bermain sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai daripada berinteraksi secara sosial,” ujar Hj. Yuni Indriany.

Selain ruang fisik, lanjut Hj. Yuni masalah keamanan dan keselamatan anak dari ancaman kekerasan juga menjadi perhatian seriusnya.

“Kedua, perlindungan anak dari kekerasan, perundungan (bullying), dan kejahatan seksual. Kasus-kasus yang terjadi menunjukkan bahwa pengawasan, edukasi, serta sistem perlindungan anak harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah,” tegasnya lagi.

Dewan dari daerah pemilihan Sawangan, Bojongsari, Cipayung ini juga menyoroti kualitas pendidikan serta kesehatan anak secara menyeluruh.

“Ketiga, pemerataan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter anak. Tidak hanya soal akses sekolah, tetapi juga bagaimana memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas, lingkungan belajar yang aman, serta ruang untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya,” tutur Hj. Yuni.

“Keempat, kesehatan dan gizi anak. Upaya pencegahan stunting, pemenuhan gizi seimbang, kesehatan mental anak, serta akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau harus menjadi prioritas berkelanjutan,” imbuhnya.

Tidak hanya menjadi objek pembangunan, Hj. Yuni yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Depok ini menilai, anak-anak di Depok perlu dilibatkan secara aktif dalam menyampaikan pandangan mereka.

“Kelima, peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan daerah. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, ide, dan pandangan mereka mengenai lingkungan tempat tinggalnya sehingga mereka merasa menjadi bagian dari pembangunan Kota Depok,” jelas Hj. Yuni.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pondasi utama yaitu penguatan ketahanan keluarga yang merupakan benteng pertama perlindungan anak. Karena itu, program pemberdayaan keluarga, pendidikan pengasuhan (parenting), serta penguatan ekonomi keluarga perlu terus didorong.

“Mewujudkan Kota Depok yang ramah anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, DPRD, sekolah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan keluarga harus bergotong royong memastikan setiap anak Depok dapat tumbuh sehat, cerdas, aman, bahagia, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Hj. Yuni Indriany.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here