Jabaran.id – Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Depok menggelar sosialisasi Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia di SMA Mardi Yuana Depok, Jalan Cempaka, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkenal peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) sekaligus menjaring potensi siswa berprestasi di tingkat sekolah menengah atas.
Kepala Sub Seksi Humas Imigrasi Depok, Herlina Aziz, menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilakukan PIMPASA bersama para Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami mengedukasi anak-anak SMA, terutama kelas 12, bahwa kami memiliki sekolah kedinasan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Herlina di sela sosialisasi.
Selain memperkenalkan jalur pendidikan, kegiatan ini juga diselingi edukasi penting terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap mengintai lulusan baru.
“Lulusan SMA biasanya rawan tergiur iming-iming bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi. Jangan sampai mereka malah dipekerjakan pada aktivitas ilegal seperti judi online. Kami imbau masyarakat agar selalu mengecek keabsahan tawaran kerja atau mendaftar resmi melalui prosedur CPMI di Kemenaker,” kata Herlina.
Terkait proses seleksi masuk sekolah kedinasan, Herlina menegaskan seluruh tahapan berjalan transparan melalui mekanisme resmi.
“Untuk kedinasan, prosesnya diserahkan kepada BKN melalui ujian CAT. Setelah lolos CAT, baru bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. Kami berharap kegiatan ini memberikan inspirasi bagi siswa untuk berkarir di bidang keimigrasian,” Harap Herlina.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Mardi Yuana, Agnes Maria Eni Purwani menyambut positif kehadiran Imigrasi Depok ke sekolahnya.
“Acara ini luar biasa karena memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi anak-anak. Sekolah kedinasan memberikan kepastian masa depan karena bebas biaya dan jalur karirnya sudah jelas,” ungkap Agnes.
Agnes melihat antusiasme para siswa sangat tinggi saat menyimak pemaparan dari para taruna, meski kesempatan bertanya di lokasi cukup terbatas.
“Pertanyaan anak-anak tadi sangat kritis, menandakan ketertarikan yang tinggi. Masuk sekolah kedinasan memang tidak mudah dan butuh perjuangan, tetapi ini jadi peluang karir yang sangat baik selain perguruan tinggi negeri,” ucap Agnes.
