Jabaran.id – Langkah berani diambil Kejaksaan Negeri atau Kejari Lombok Tengah dalam memperkuat barisan penegakan hukumnya. Bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA), Kejari Lombok Tengah melakukan penyegaran besar-besaran terhadap jajaran pejabat struktural.
Mutasi ini bukan sekadar rotasi rutin biasa, melainkan strategi tajam untuk menyuntikkan energi baru lewat penempatan jaksa-jaksa berprestasi di posisi vital.
Sorotan utama dalam penyegaran ini tertuju pada nakhoda baru Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Jabatan Kepala Seksi Pidsus kini resmi dipercayakan kepada Tompian Jopi Pasaribu. Nama Tompian bukanlah figur sembarangan di dunia peradilan.
Mantan Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ini memiliki rekam jejak mentereng dalam menangani perkara kelas nasional. Salah satu pencapaian besarnya adalah ketika dipercaya menjadi bagian dari Tim Jaksa Penuntut Umum kasus narkotika high-profile yang menjerat mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra.
Amunisi baru ini menjadi sinyal kuat tegasnya komitmen Kejari Lombok Tengah dalam membabat habis kasus korupsi dan menyelamatkan keuangan negara.
Tak hanya sektor Pidsus, gelombang rotasi juga membawa angin segar pada sejumlah jabatan strategis lainnya. Fajar Said, yang sebelumnya menjabat Kasi Pidum, mendapat promosi mentereng sebagai Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBBR) Kejari Kota Tangerang. Sementara itu, Terry Endro Arie Wibowo yang sebelumnya mengemban posisi Kasi PAPBBR Kejari Lombok Tengah, kini melangkah ke peran baru sebagai Kasi Intelijen Kejari Kulon Progo.
Estafet kepemimpinan Kasi PAPBBR selanjutnya diserahkan kepada Rika Ekayanti, yang sebelumnya menjabat Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Untuk mengisi posisi Kasi Datun yang ditinggalkan Rika, jabatan tersebut kini dipercayakan kepada R. Imam Pribadi.
Di sisi lain, Dimas Praja Subroto yang sebelumnya memimpin Pidsus Kejari Lombok Tengah, mendapat lompatan karier sebagai Satuan Tugas (Satgas) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung RI—sebuah penugasan bergengsi yang khusus menangani perkara strategis tingkat nasional.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah Alfa Dera, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Putri Ayu Wulandari, membenarkan perombakan besar dalam tubuh organisasi tersebut.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier di lingkungan Kejaksaan. Dengan hadirnya pejabat-pejabat baru yang memiliki pengalaman dan kapasitas di bidangnya masing-masing, kami optimistis kinerja Kejari Lombok Tengah akan semakin kuat, profesional, dan adaptif dalam menjawab tantangan penegakan hukum,” ujar Alfa Dera.
Alfa Dera menambahkan, penyegaran organisasi ini tidak semata-mata memberi ruang pengembangan karier bagi insan Adhyaksa, tetapi juga memastikan setiap lini dipimpin oleh sosok kompeten yang siap menjawab kebutuhan lembaga.
“Kami berharap formasi baru ini semakin memperkuat sinergi antarseksi, mempercepat penyelesaian perkara, mengoptimalkan penyelamatan dan pemulihan aset negara, serta memperkuat langkah-langkah pencegahan tindak pidana melalui fungsi intelijen, perdata dan tata usaha negara, maupun bidang tindak pidana khusus,” katanya.
Berbekal amunisi jaksa berpengalaman level nasional serta promosi deretan pejabat ke posisi strategis, Kejari Lombok Tengah kini resmi memasuki babak baru. Kehadiran formasi segar ini membawa optimisme besar untuk mewujudkan penegakan hukum yang semakin profesional, berintegritas, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
