HomePendidikanHari Kartini di SMPN 26 Depok: Momen Bangun Generasi Sehat dan Peduli

Hari Kartini di SMPN 26 Depok: Momen Bangun Generasi Sehat dan Peduli

Jabaran.id– SMPN 26 Depok menggabungkan dua konsep peringatan Hari Kartini, yakni antara penghormatan sejarah dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Pada peringatan tahun ini, sekolah mengintegrasikan perayaan Hari Kartini ke dalam program kokurikuler yang mengusung tema besar ‘Generasi Sehat dan Bugar’, sebuah upaya sistematis untuk mencetak profil pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Kegiatan diawali apel pagi yang diikuti oleh seluruh civitas akademika dengan mengenakan busana adat, sebagai simbol pelestarian identitas budaya bangsa. Suasana kemeriahan berlanjut dengan berbagai perlombaan fashion show dan kuis edukatif yang mengasah wawasan kebangsaan para siswa.

Hari Kartini di SMPN 26 Depok 1

Tidak hanya itu, panggung acara turut dimeriahkan oleh penampilan memukau dari siswa-siswi yang tengah bersiap menuju ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), menunjukkan bahwa semangat Kartini terus hidup melalui prestasi seni dan sastra.

- Advertisement -

Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menjelaskan bahwa sinergi antara nilai perjuangan pahlawan dengan kegiatan kokurikuler ini didasari oleh filosofi kemanfaatan bagi sesama.

“Esensi dari apa yang diperjuangkan oleh RA Kartini adalah tindakan yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, melainkan berdampak luas bagi seluruh perempuan di Indonesia,” ucap Ahmad Sujai.

Hari Kartini di SMPN 26 Depok 2

Ahmad Sujai menegaskan bahwa nilai luhur tersebut sangat relevan dengan upaya mencintai lingkungan yang saat ini tengah digalakkan di sekolah. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan menyehatkan secara otomatis akan berdampak positif pada kesehatan semua orang, sehingga menjaga alam adalah bentuk nyata dari meneladani sifat pengabdian Kartini.
Sebagai bentuk konkret dari kepedulian lingkungan tersebut, SMPN 26 Depok melaksanakan kegiatan lanjutan berupa pembuatan ecobrick. Dalam proyek ini, para siswa mengolah limbah plastik non-biodegradable menjadi bata ramah lingkungan yang nantinya akan disusun secara estetis membentuk instalasi nama satuan pendidikan mereka.

“Dengan teknik pemadatan sampah plastik kering ke dalam botol bekas, siswa tidak hanya mengurangi volume sampah di wilayah Depok, tetapi juga belajar mengenai daya tahan material plastik yang bisa bertahan hingga ratusan tahun sehingga sangat kokoh untuk dijadikan elemen arsitektur sekolah,” jelas Ahmad Sujai.

Hari Kartini di SMPN 26 Depok 4

Lebih lanjut, Ahmad Sujai menguraikan fakta terkait korelasi antara kesehatan fisik dan prestasi belajar remaja. Kebugaran jasmani yang menjadi inti tema kegiatan ini merupakan faktor kunci dalam meningkatkan suplai oksigen ke otak, yang secara medis terbukti mampu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat siswa dalam menyerap materi pelajaran.

“Melalui perpaduan antara edukasi sejarah, ekspresi seni, dan aksi ekologi melalui ecobrick ini, semoga siswa dapat memahami bahwa menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain—sebagaimana teladan RA Kartini—dapat dimulai dari hal paling dasar, yaitu menjaga kebugaran diri sendiri dan melestarikan kesehatan lingkungan sekitar secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here