HomeUncategorizedIni yang Dilakukan SMPN 29 Depok di Momen Hari Bumi, Libatkan 200...

Ini yang Dilakukan SMPN 29 Depok di Momen Hari Bumi, Libatkan 200 Duta Lingkungan

Jabaran.id – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, SMPN 29 Depok menggelar serangkaian kegiatan pembenahan lingkungan sekolah. Sekolah yang terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan berbasis lingkungan ini memfokuskan perhatian pada revitalisasi sejumlah area penghijauan sebagai langkah konkret menuju predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Ketua Tim K7 SMPN 29 Depok, Dina Ari Ani Listyarini, menjelaskan bahwa kegiatan perbaikan yang dilakukan mencakup sejumlah titik penting di lingkungan sekolah.

Peringatan Hari Bumi di SMPN 29 Depok 1

“Kami membenahi beberapa area sekolah, yakni mini forest, tanaman gantung sekolah, green house, dan beberapa taman di depan sekolah. Ini semua merupakan bagian dari kelanjutan program penghijauan yang sudah kami jalankan sebelumnya,” ujar Dina.

- Advertisement -

Menurut Dina, pembenahan fisik area hijau bukan sekadar upaya estetika, melainkan juga sarana penanaman nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan secara langsung kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter yang diterima di sekolah diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik yang terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari para siswa di rumah maupun di masyarakat.

“Kami ingin siswa tidak hanya paham teori tentang pentingnya lingkungan, tetapi juga terlibat langsung. Dengan mereka sudah mendapatkan pendidikan karakter di sekolah, kami berharap siswa bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Dina.

Dina juga menyampaikan fakta bahwa saat ini jumlah duta adiwiyata di SMPN 29 Depok telah mencapai 200 siswa yang berasal dari kelas VII, VIII, dan IX. Mereka merupakan perwakilan dari tiap-tiap kelas yang bertugas menjadi garda terdepan dalam menggerakkan komunitas sekolah untuk berperilaku ramah lingkungan.

“Para duta ini kami latih secara berkala. Mereka bukan hanya simbol, tetapi benar-benar aktif mengajak teman-temannya untuk menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan mengurangi sampah plastik. Saat ini ada 200 siswa yang tergabung,” jelas Dina.

Selain pembenahan area hijau, Tim K7 SMPN 29 Depok juga tengah menjalankan program inovatif pengolahan sampah. Dua program unggulan yang sedang berjalan adalah pembuatan ecoenzim dan daur ulang kertas.

“Kami sedang menjalankan program pembuatan ecoenzim dan daur ulang kertas. Nantinya, hasil daur ulang kertas tersebut bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan poster oleh siswa. Selama ini, sampah kertas di sekolah kerap dibuang begitu saja, oleh karena itu ada baiknya sampah kertas tersebut bisa dimanfaatkan menjadi benda yang berguna,” terang Dina.

Dina menambahkan bahwa ecoenzim yang dihasilkan dari fermentasi sisa buah dan sayuran dapat dimanfaatkan sebagai pembersih lantai alami, pupuk cair, hingga pengusir serangga. Sementara itu, kertas daur ulang yang dihasilkan para siswa memiliki kualitas yang cukup baik untuk digunakan kembali sebagai media belajar, seperti membuat poster kampanye lingkungan atau catatan harian.

Kepala SMPN 29 Depok, Eriyasti menjelaskan, program K7 di SMPN 29 Depok mencakup tujuh pilar utama, yaitu Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan atau Kerapihan. Ketujuh aspek ini menjadi fondasi seluruh kegiatan lingkungan dan tata kelola sekolah yang ramah ekologis.

Dengan berbagai program yang tengah berjalan, SMPN 29 Depok optimistis dapat meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dalam waktu dekat.

“Sekolah juga terus membuka ruang bagi siswa untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran lintas mata pelajaran,” tuturnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here