Jabaran.id – SMPN 22 Depok memperingati Hari Kartini yang mengusung tema besar ‘Srikandi Edu: Dari Kartini untuk Negeri, Pelajar Berkarya Tanpa Batas’. Momentum tahunan ini bukan sekadar seremonial mengenakan pakaian adat, melainkan menjadi wadah penguatan karakter dan implementasi nyata nilai-nilai pendidikan bagi seluruh siswa. Rangkaian acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan doa oleh Rayya, siswi kelas VII.4, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, perwakilan Komite Sekolah, hingga Kepala SMPN 22 Depok.
Ketua Pelaksana Perayaan Hari Kartini SMPN 22 Depok, Maya Sutri Wulandari menjelaskan bahwa pemilihan tema “Srikandi Edu” memiliki landasan filosofis yang kuat untuk mendorong keberanian siswa dalam berekspresi. Maya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengajak seluruh siswa-siswi meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini dalam dunia pendidikan, terutama semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri tanpa batas.

“Sekolah harus menjadi ruang bagi siswa untuk berani berkarya dan menunjukkan jati diri mereka di depan publik melalui berbagai disiplin seni,” tutur Maya Sutri Wulandari.
Dalam penjelasannya, Maya Sutri Wulandari menambahkan bahwa penguatan kepercayaan diri siswa merupakan salah satu pilar utama dalam kurikulum pendidikan modern. Melalui berbagai penampilan seperti tarian tradisional, menyanyi duet dan solo, drama musikal dari perwakilan OSIS, pembacaan puisi, hingga penampilan band, siswa belajar untuk mengelola manajemen panggung dan apresiasi seni. Maya juga menyoroti pentingnya literasi sejarah yang dihadirkan melalui penayangan video singkat perjalanan hidup R.A. Kartini menggunakan teknologi smartboard.
“Hal ini dilakukan agar siswa memahami fakta bahwa perjuangan Kartini adalah tentang akses pengetahuan dan hak asasi manusia dalam menuntut ilmu, yang menjadi fondasi kemajuan bangsa hingga saat ini,” jelas Maya Sutri Wulandari.

Kepala SMPN 22 Depok, Titik Sunarsih, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa Hari Kartini adalah momen yang memberikan implementasi nyata dalam dunia pendidikan. Ia mengamati antusiasme tinggi para siswa saat menyaksikan sejarah Kartini, yang memicu kesadaran kolektif bahwa ilmu pengetahuan adalah aset yang sangat bermanfaat.
“Berkat perjuangan emansipasi yang dipelopori Kartini, anak-anak perempuan kini memiliki hak dan akses yang setara untuk mengenyam pendidikan di sekolah tanpa adanya diskriminasi gender,” ucap Titik Sunarsih.
Lebih lanjut, Titik Sunarsih memaparkan fakta-fakta terkait peran perempuan dalam pembangunan bangsa yang harus dipahami oleh generasi muda. Ia menjelaskan bahwa wanita saat ini memiliki kesempatan luas untuk berkarya secara mandiri, namun tetap harus berpedoman pada kodrat serta kepribadian bangsa dan nilai-nilai agama. Harapan besar ditujukan agar para siswa semakin semangat dalam belajar dan berkarya demi masa depan mereka sendiri. Titik menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama bagi perempuan untuk menjadi sosok yang tangguh dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kemeriahan acara semakin memuncak saat memasuki sesi fashion show yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMPN 22 Depok sebagai bentuk partisipasi aktif staf sekolah. Transisi menuju lomba utama ditandai dengan runway khusus yang menampilkan lukisan perjuangan R.A. Kartini karya Fatimah Kennocha, siswi kelas IX.10.

“Karya seni tersebut menjadi simbol pembuka bagi lomba fashion show antar kelas VII, VIII, dan IX,” pungkas Titik Sunarsih. (*)
