HomePendidikanKokulikuler SMPN 34 Depok Libatkan Sahabat Ciliwung dan DLHK, Ini Deretan Aktivitasnya

Kokulikuler SMPN 34 Depok Libatkan Sahabat Ciliwung dan DLHK, Ini Deretan Aktivitasnya

Jabaran.id – Ratusan siswa SMPN 34 Depok turun tangan membersihkan lingkungan dan belajar mengolah sampah rumah tangga dalam kegiatan kokurikuler bertajuk “Sekolahku dan Sungai Ciliwung”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah dan kawasan bantaran sungai Ciliwung ini tidak hanya bertujuan membangun kesadaran ekologis, tetapi juga mengasah keterampilan kewirausahaan sosial siswa.

Kepala SMPN 34 Depok, Siti Rohaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi gotong royong dan kebhinekaan global. Ia mengatakan bahwa sekolah sengaja mengangkat sungai Ciliwung sebagai tema utama karena lokasi sekolah yang berada di wilayah aliran sungai tersebut.

kokulikuler SMPN 34 di Sungai Ciliwung 3

“Kegiatan kokurikuler ini bertemakan sekolahku dan sungai Ciliwung, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan sekitarnya yang merupakan sungai Ciliwung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menguatkan profil lulusan pada dimensi kewargaan dan kolaborasi,” ujar Siti Rohaya saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat.

- Advertisement -

Menurut Siti Rohaya, peserta didik tidak hanya diajak mencintai lingkungan secara teoritis, tetapi juga diberikan pengalaman langsung dalam mengatasi persoalan ekologis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menambahkan bahwa pendekatan praktis seperti ini dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

“Peserta didik kami kenalkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar mulai dari rumah dan pengelolaan sampah yang terus diproduksi setiap hari. Mereka belajar bahwa sampah rumah tangga, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi produk yang bernilai,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, SMPN 34 Depok menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Yayasan Sahabat Ciliwung turut dilibatkan untuk memberikan wawasan mengenai ekosistem sungai dan pentingnya menjaga kelestarian daerah aliran sungai. Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung, Dayat, secara langsung memberikan pengenalan mendalam tentang Sungai Ciliwung kepada para siswa.

kokulikuler SMPN 34 di Sungai Ciliwung 2

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok turut berperan sebagai mitra dalam pelatihan teknis pengelolaan sampah organik dan anorganik. Petugas dari DLHK memberikan pelatihan pembuatan kompos dari sisa makanan dan dedaunan kering, serta demonstrasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci ramah lingkungan.

Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari pencampuran bahan kimia hingga pencetakan sabun. Mereka juga diajarkan teknik sederhana untuk membuat pupuk kompos skala rumah tangga dengan memanfaatkan ember bekas dan bioaktivator.

Kegiatan kokurikuler ini tidak hanya berhenti pada aspek teknis pengelolaan limbah. SMPN 34 Depok juga mendorong kreativitas siswa dalam mendaur ulang sampah anorganik menjadi benda seni yang estetis. Salah satu program yang menarik perhatian adalah pemanfaatan galon bekas air mineral yang disulap menjadi pot bunga berwarna-warni. Pot-pot tersebut kemudian dihias dan ditata di taman sekolah, menciptakan sudut hijau yang asri.

Selain itu, tutup botol plastik yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir, dikumpulkan dan dirangkai menjadi mozaik karya seni bernilai tinggi. Para siswa dengan sabar menyusun ribuan tutup botol membentuk gambar abstrak dan motif flora yang menghiasi dinding-dinding kelas serta area selasar sekolah. Karya seni ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi pengingat visual akan pentingnya mengurangi sampah plastik.

Siti Rohaya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah menanamkan kesadaran ekologis secara berkelanjutan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat dipraktikkan di rumah masing-masing dan ditularkan kepada keluarga.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing,” tutur Siti Rohaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, termasuk Yayasan Sahabat Ciliwung dan DLHK Kota Depok. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program pendidikan lingkungan yang aplikatif.

Lebih jauh, Siti Rohaya menjelaskan bahwa SMPN 34 Depok akan menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin yang terintegrasi dalam kalender akademik. Pihak sekolah juga tengah menjajaki kemungkinan untuk mengembangkan bank sampah unit yang dikelola secara mandiri oleh siswa.

Dengan pendekatan yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, kegiatan kokurikuler ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya melek lingkungan, tetapi juga terampil dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang kian kompleks.

“Karya-karya siswa, mulai dari sabun cuci berbahan minyak jelantah hingga mozaik tutup botol, menjadi bukti bahwa sampah dapat menjelma menjadi berkah jika dikelola dengan kreativitas dan kesungguhan,” jelas Siti Rohaya.(*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here