Jabaran.id – Pimpinan Pusat Badan Koordinasi Pendidikan Al Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (PP BKPAKSI) menggelar Musyawarah Nasional Istimewa (Munis) yang berlangsung di Meeting Room Denz Syariah Hotel dan Taman Wisata Pasir Putih Sawangan, Kota Depok. Kegiatan yang dihadiri oleh 41 peserta perwakilan dari wilayah dan daerah BKPAKSI se-Indonesia ini menjadi momentum strategis bagi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan pascawafatnya Presiden Direktur sebelumnya.
Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Drs. H. Tasyrifin Kariim, M.M.Pd secara resmi dikukuhkan sebagai Presiden Direktur BKPAKSI Nasional masa bakti 2022–2027. Pengukuhan dilakukan oleh Penasehat PP BKPAKSI, Dr. H. Andi Kasman, SE., MM, berdasarkan hasil Pleno I Musyawarah Nasional Istimewa. Kepemimpinan baru ini diamanahkan untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi yang ditinggalkan oleh almarhum Ustadz KH. Muhammad Jazir ASP.

Sekretaris Jenderal PP BKPAKSI, Ririn Tjahyaningsih, menegaskan bahwa Musyawarah Nasional Istimewa memiliki kedudukan setara dengan Musyawarah Nasional (Munas) dalam mengambil keputusan khusus bagi organisasi. “Musyawarah Nasional Istimewa merupakan forum musyawarah setingkat dengan Musyawarah Nasional sebagai pengambilan keputusan khusus dalam organisasi BKPAKSI, di antaranya adalah memilih nahkoda kepemimpinan Presiden Direktur BKPAKSI Nasional baru serta menentukan kebijakan strategis roda organisasi,” ujarnya.
Ririn Tjahyaningsih juga menyampaikan bahwa Munis kali ini mengusung tema “Peran Strategis BKPAKSI dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”. Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menyongsong cita-cita besar bangsa di masa mendatang.
“Musyawarah Nasional Istimewa menjadi gerbang penguatan kiprah BKPAKSI dalam aktif berkontribusi untuk kemajuan anak bangsa melalui penguatan kualitas pendidikan dan ketahanan keluarga,” terangnya.
Kepergian almarhum Ustadz KH. Muhammad Jazir ASP pada Senin, 22 Desember 2025, meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar BKPAKSI. Sosok yang dikenal sebagai arsitek utama perjuangan Pendidikan Al Qur’an ini tidak hanya disegani di tingkat nasional, tetapi juga menjadi rujukan di kawasan Asia dalam manajemen penyelenggaraan pendidikan Al Qur’an, pembinaan keluarga Sakinah, serta arsitektur peradaban masjid. Meski telah berpulang, warisan pemikiran dan keteladanannya terus menginspirasi gerak langkah organisasi.

Di bawah komando kepemimpinan yang baru, BKPAKSI berkomitmen memperluas jejaring dakwah Al Qur’an ke seluruh penjuru negeri. Dr. H. Andi Kasman, SE., MM selaku Penasehat PP BKPAKSI menyampaikan bahwa strategi perluasan jaringan akan dilakukan melalui pendekatan pembagian zona.
“Melalui pembagian zona dalam perluasan jaringan dakwah Al Qur’an, BKPAKSI diharapkan semakin menguat dan hadir di seluruh pelosok negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Andi Kasman itu menekankan pentingnya kolaborasi internal guna menciptakan kesatuan gerak dan persepsi di lingkungan organisasi. Ia mengungkapkan bahwa sinergi yang solid menjadi prasyarat utama dalam memperkokoh Al Qur’an sebagai landasan karakter bangsa.

Sementara itu, Presiden Direktur BKPAKSI yang baru dikukuhkan, Drs. H. Tasyrifin Kariim, M.M.Pd, menegaskan komitmennya untuk menyatukan visi seluruh elemen organisasi.
“Dalam Munis ini, seluruh elemen dibangun dalam menyatukan persepsi dan menguatkan sinergi, sehingga Al Qur’an sebagai landasan karakter bangsa bagi generasi mendatang semakin kokoh,” tegasnya.
Pada penyelenggaraan Munis kali ini, PP BKPAKSI juga melakukan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga melalui Tim Khusus. Langkah tersebut diambil untuk memastikan organisasi memiliki landasan regulasi yang adaptif terhadap dinamika zaman. Selain itu, forum ini turut merumuskan program strategis dan unggulan yang berorientasi pada peran BKPAKSI dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Beberapa program prioritas yang akan dikembangkan mencakup Taman Kanak-Kanak Al Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ), Satuan PAUD Sejenis (SPS) PAUD Al Qur’an, serta penguatan pembinaan Keluarga Sakinah. Seluruh program tersebut akan dirumuskan lebih rinci oleh tim kelompok kerja yang telah dibentuk.
Dalam perkembangannya, aktivitas organisasi yang semakin kompleks dan luas menuntut dukungan lebih dari pemerintah. Presiden Direktur BKPAKSI, Drs. H. Tasyrifin Kariim, M.M.Pd, menyampaikan harapannya agar pemerintah Republik Indonesia dapat memfasilitasi kebutuhan operasional sekretariat pusat. Ia menyebut bahwa keberadaan kantor sekretariat permanen menjadi kebutuhan mendesak guna menopang eksistensi organisasi ke depan.
Menurutnya, dengan tersedianya fasilitas sekretariat yang memadai, BKPAKSI akan semakin mantap dalam berkontribusi mempersiapkan kualitas Generasi Emas 2045. Ia menegaskan bahwa seluruh program dan gerakan organisasi berlandaskan pada motto BKPAKSI, yakni pembinaan karakter generasi Qur’ani berbasis masjid dan keluarga Islami.
Dengan rangkaian keputusan strategis yang dihasilkan dalam Musyawarah Nasional Istimewa kali ini, BKPAKSI optimistis dapat memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang berorientasi pada pembangunan karakter bangsa. Organisasi ini juga terus berupaya menjadikan nilai-nilai Al Qur’an sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial. (*)

Sukses BKPAKSI di Bumi Pertiwi Indonesiaku… Bergerak Melangkah Maju Turut Membangun Negeri