Jabaran.id – SDN Mekarjaya 12 yang berlokasi di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota Depok atas upaya konsistennya dalam menciptakan budaya cinta lingkungan di lingkungan sekolah. Penghargaan ini menjadi tonggak penting bagi sekolah yang sejak lama berkomitmen menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga sekolah.
Penghargaan Adiwiyata yang diterima SDN Mekarjaya 12 bukan sekadar pengakuan atas kebersihan fisik sekolah, melainkan apresiasi terhadap seluruh proses panjang yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh komponen di dalamnya. Keberhasilan ini menjadi cermin bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu menanamkan nilai-nilai lingkungan secara holistik dan berkelanjutan.

Ketua Tim Adiwiyata SDN Mekarjaya 12, Irawan Mubiyarto, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya sekolah dalam menciptakan budaya dan cinta lingkungan.
“Ini adalah penghargaan atas upaya untuk menciptakan budaya dan cinta lingkungan di sekolah. Jadi warga sekolah saling peduli dan mengingatkan tentang cinta terhadap lingkungan,” ujar Irawan Mubiyarto, Senin (31/8/2026).
Lebih lanjut, Irawan Mubiyarto menegaskan bahwa SDN Mekarjaya 12 memang terus berkomitmen untuk mencintai lingkungan, tidak hanya sekedar membuat lingkungan bersih dan terawat, tetapi juga menjaga lingkungan tetap hijau dan bermanfaat.
Menurutnya, ada banyak hal yang dilakukan SDN Mekarjaya 12 untuk mewujudkan komitmen tersebut. Sekolah tidak hanya berhenti pada program-program seremonial, tetapi telah mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam kegiatan rutin keseharian. Mulai dari kegiatan gotong royong hingga pembentukan kader-kader lingkungan yang bertugas menjadi garda terdepan gerakan peduli lingkungan di sekolah.
Irawan Mubiyarto memaparkan sejumlah kegiatan yang secara rutin dilaksanakan oleh warga SDN Mekarjaya 12. Diantaranya ada kegiatan Jumat Bersih, lalu ada juga siswa yang menjadi kader adiwiyata, jadi seperti menjadi duta kebersihan di sekolah. Lalu ada juga kegiatan yang rutin dilakukan bersama-sama, mulai dari siswa, guru, dan juga seluruh warga sekolah lainnya. Bahkan, ada juga greenhouse dan pembuatan komposter.
Kepala SDN Mekarjaya 12, Epon Sumiarsih, turut menyampaikan pandangannya mengenai keberhasilan program Adiwiyata di sekolah yang dipimpinnya. Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh warga sekolah.

“Tentunya keberhasilan program di sekolah bukan keberhasilan satu orang, tetapi seluruh orang yang ada di dalamnya,” tegas Epon Sumiarsih.
Epon Sumiarsih kemudian memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang makna sejati dari program Adiwiyata. Baginya, sekolah Adiwiyata bukan tentang membuat program yang bagus dan tertulis untuk mencintai lingkungan, tetapi lebih kepada aksi dan komitmen sehingga bisa menjalaninya dengan konsisten.
“Oleh karena itu, harus saling mengingatkan,” imbuhnya.
Epon Sumiarsih juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program dan dampak jangka panjang yang ingin dicapai. Ia berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan melalui program ini dapat menjadi budaya yang melekat pada setiap individu, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di kehidupan sehari-hari.
“Kedepannya harus menjadi budaya, maksudnya bisa cinta dan peduli lingkungan dimana saja, dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Epon Sumiarsih.
Melihat capaian yang telah diraih, Epon Sumiarsih menyatakan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di sini. Ia menyampaikan harapan besar agar SDN Mekarjaya 12 dapat terus meningkatkan kualitas program lingkungannya dan meraih pengakuan di tingkat yang lebih tinggi.
“Nantinya pun diharapkan bisa meraih lagi penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. (*)
