Jabaran.id – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK membeberkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) terhadap Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah. Hasilnya, skor integritas Pemkot Depok tercatat meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya.
Paparan tersebut disampaikan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI Brigjen Bahtiar Ujang saat kegiatan di Balai Kota Depok, Rabu (28/1/2026). Ia menegaskan, KPK tidak hanya berfokus pada operasi tangkap tangan (OTT), tetapi juga menjalankan mandat edukasi dan pencegahan korupsi.
“Makanya kami keliling terus, supaya bapak ibu semua tidak jadi sasaran OTT,” ujar Bahtiar di hadapan jajaran Pemkot Depok.
Dalam kesempatan itu, Bahtiar mengungkapkan KPK telah melakukan survei khusus terhadap kinerja Pemkot Depok melalui SPI. Survei ini menilai empat variabel utama, yakni integritas pelayanan publik, integritas kepemimpinan, integritas sistem, serta integritas individu aparatur.
“Mulai dari wali kota, wakil wali kota, kepala dinas, sampai ke tingkat bidang, semua dinilai. Termasuk apakah sistemnya transparan dan akuntabel, serta bagaimana integritas masing-masing pegawai,” jelasnya.
SPI dilakukan dengan metode survei yang melibatkan tiga kelompok responden, yaitu internal pemerintah (eksekutif dan legislatif), penerima layanan atau masyarakat, serta pihak eksternal seperti akademisi dan pemerhati kebijakan.
Berdasarkan hasil survei tahun 2025, skor SPI Kota Depok mencapai 72,85. Angka ini naik hampir 10 poin dibanding skor sebelumnya yang berada di kisaran 62.
“Artinya di bawah kepemimpinan Pak Wali Supian Suri, ada peningkatan yang cukup signifikan. Ini patut diapresiasi,” kata Bahtiar, yang disambut tepuk tangan para undangan.
Meski demikian, KPK mengingatkan agar Pemkot Depok tidak berpuas diri. Menurut Bahtiar, skor 72 masih masuk kategori rentan dan belum sepenuhnya terjaga.
“Dipujinya boleh, tapi jangan sampai kendor. Skor 72 ini belum aman. Target kita Kota Depok bisa mencapai skor 78, apalagi sekarang sudah terintegrasi dengan Jakarta,” ujarnya.
Bahtiar berharap hasil SPI ini menjadi pemacu semangat bagi Pemkot Depok untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik, meningkatkan transparansi, serta memperkuat integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kalau integritas terjaga, pelayanan publik akan semakin baik. Bismillah, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
