Jabaran.id – Kwartir Ranting (Kwaran) Kecamatan Sukmajaya mengambil langkah strategis untuk memperluas wadah pembinaan bagi para anggotanya. Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Sukmajaya, sebanyak 140 anggota Pramuka tingkat Penggalang Tetap dan Penegak diperkenalkan pada wadah-wadah peminatan baru di luar gugus depan sekolah.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting, mengingat selama ini di lingkungan Kwaran Kecamatan Sukmajaya belum terbentuk Satuan Karya (Saka) dan Pramuka Peduli. Ketua Panitia kegiatan, Siti Kumalasari, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal yang fundamental sebelum nantinya kedua wadah tersebut dapat direalisasikan.

“Ini adalah langkah awal untuk terbentuknya Saka dan Pramuka Peduli ke depannya. Kami ingin para anggota Pramuka terlebih dahulu memahami secara utuh tentang apa itu Saka dan Pramuka Peduli,” ujarnya.
Siti Kumalasari menekankan pentingnya keberadaan Saka dan Pramuka Peduli sebagai kelanjutan dari pembinaan yang selama ini didapatkan para remaja di sekolah masing-masing. Menurutnya, kedua wadah ini akan menjadi ruang aktualisasi yang lebih luas bagi para Penegak dan Pandega.
“Karena itu menjadi wadah pembinaan Penegak dan Pandega. Jadi mereka tidak hanya aktif di sekolahnya saja, tetapi juga bisa berkontribusi di masyarakat melalui wadah yang lebih terstruktur seperti Saka ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dalam konsepnya, Saka terbagi menjadi beberapa bidang yang dapat menjadi saluran minat dan bakat para anggota Pramuka. Untuk memberikan gambaran yang konkret, panitia menghadirkan tiga Saka dari instansi pembina untuk mempresentasikan profil dan kegiatan mereka.
“Dalam kegiatan tersebut, ada tiga Saka yang dilibatkan untuk mempresentasikan profil dan kegiatannya, yakni Saka Bakti Husada, Saka Wira Kartika, dan Saka Bhayangkara,” jelas Siti Kumalasari.

Pemilihan ketiga Saka ini didasari oleh keterkaitan erat mereka dengan instansi pemerintahan di tingkat kecamatan, sehingga memudahkan koordinasi dan pembinaan ke depannya. Saka Bakti Husada, misalnya, akan melibatkan puskesmas sebagai instansi pembina, sehingga anggota dapat belajar tentang kesehatan masyarakat. Sementara itu, Saka Wira Kartika dapat bersinergi dengan Koramil untuk pendalaman bidang kebangsaan dan bela negara, dan Saka Bhayangkara akan berkolaborasi dengan Polsek untuk membina ketertiban masyarakat.
Para peserta yang terdiri dari 140 anggota Pramuka terlihat antusias mengikuti pemaparan dari masing-masing Saka. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan tentang profil, tetapi juga berbagai kegiatan nyata yang biasa dilakukan, seperti pertolongan pertama pada kecelakaan, penanggulangan bencana, hingga kerja bakti sosial.
“Semoga dapat membuka wawasan mereka bahwa Pramuka memiliki peran yang lebih luas di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk aplikasi nyata dari kepedulian sosial yang menjadi inti dari Pramuka Peduli, rangkaian acara sosialisasi ini juga diisi dengan kegiatan berbagi. Panitia bersama seluruh peserta dan pengurus Kwaran Kecamatan Sukmajaya mengadakan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar kantor kecamatan.
Dengan adanya langkah awal ini, Kwaran Kecamatan Sukmajaya optimis dapat segera mewujudkan Saka dan Pramuka Peduli sebagai rumah bagi pengembangan diri dan pengabdian para anggotanya. (*)
