Jabaran.id – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kota Depok menggelar agenda strategis bertajuk Teachers Update 4.0 yang berfokus pada desain penyusunan soal literasi bagi siswa SMK di aula SMKN 2 Depok.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi para guru untuk menyelaraskan metode pembuatan soal pilihan ganda dengan standar asesmen sumatif akhir tahun yang menekankan pada daya nalar dan pemahaman komprehensif.

Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Depok, Umi Fadillah, menekankan bahwa penyusunan soal pada era saat ini tidak lagi sekadar menguji ingatan, melainkan harus mampu mengasah kemampuan literasi siswa secara tajam. Beliau menjelaskan bahwa pembuatan soal pilihan ganda dalam asesmen sumatif harus mengedepankan pemahaman yang akurat terhadap konteks teks yang disajikan. Menurutnya, desain soal literasi untuk SMK idealnya menggunakan konstruksi kalimat yang efektif sehingga tidak menimbulkan interpretasi ganda bagi siswa.
“Literasi mengedepankan pemahaman yang akurat. Bahasa yang digunakan harus mudah dipahami dan jangan sampai menjadi ambigu dalam pemahaman soal pilihan ganda,” ujar Umi Fadillah.
Umi Fadillah juga menambahkan bahwa soal yang dirancang secara tepat dapat mendorong minat baca siswa tanpa harus membebani mereka dengan narasi yang terlalu ‘bertele-tele’. Strategi utamanya adalah menyusun stimulus soal yang ringkas namun substansial guna menumbuhkan rasa ingin tahu serta memastikan bahasa yang digunakan tetap relevan dengan kebutuhan komunikasi di dunia kerja bagi siswa SMK.
Umi Fadillah turut memberikan pandangan teknis mengenai pentingnya akurasi data dalam stimulus soal. Soal berbasis literasi harus merujuk pada fakta-fakta faktual dan situasi nyata yang mungkin dihadapi siswa di lapangan, sehingga asesmen tersebut memiliki fungsi ganda sebagai alat evaluasi sekaligus sarana edukasi.

“Inovasi dalam penyusunan soal ini diharapkan mampu meminimalisir kesenjangan antara materi kelas dengan standar literasi global yang menuntut siswa untuk berpikir kritis dan solutif terhadap informasi yang mereka terima,” terang Umi Fadillah.
Pengawas SMK Kota Depok, Diah Rosmaita, memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif ini dan menegaskan peran penting organisasi profesi guru sebagai motor penggerak perubahan. Beliau menyatakan bahwa forum komunikasi antar pendidik ini merupakan instrumen vital dalam membedah kendala kurikulum di lapangan serta mencari solusi bersama demi peningkatan standar nilai siswa.
“MGMP menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran dan pengembangan potensi guru. Jadi intinya, garis besarnya adalah untuk kemajuan dunia pendidikan,” ungkap Diah Rosmaita.
Diah Rosmaita juga mendorong seluruh elemen guru untuk berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pengembangan diri karena dinamika pendidikan menuntut guru untuk selalu memperbarui metodologi pengajaran dan teknik evaluasi secara berkala.
Dukungan terhadap keberlanjutan program ini juga ditegaskan oleh Ketua Sanggar MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Depok, Yudhiansyah. Pihak sanggar berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap langkah pengembangan kompetensi yang diinisiasi oleh MGMP guna menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Yudhiansyah menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh seluruh kegiatan MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Depok dan terus memberikan motivasi kepada anggotanya agar tidak berhenti berkarya. Inovasi yang dilahirkan oleh para guru dalam menyusun soal-soal literasi yang kreatif dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan siswa SMK di Kota Depok
“Yang pada akhirnya akan membentuk lulusan yang memiliki kecakapan literasi tinggi serta siap bersaing di kancah profesional,” ucap Yudhiansyah. (*)
