HomeNewsPolisi Periksa 8 Petugas Imigrasi Depok Terkait Tewasnya WNA Inggris

Polisi Periksa 8 Petugas Imigrasi Depok Terkait Tewasnya WNA Inggris

Jabaran.id – Kasus tewasnya warga negara asing (WNA) asal Inggris di kantor Imigrasi Depok terus menjadi sorotan. Polisi kini telah memeriksa delapan petugas Imigrasi guna mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, menyampaikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan sesuai prosedur.

“Seluruh tahapan sudah kami lakukan, mulai dari olah TKP hingga visum luar dan dalam terhadap jenazah korban,” ujar Oka di Zamzam Tower, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Senin, 27 April 2026.

Autopsi terhadap korban dilakukan di Rumah Sakit Polri sebagai bentuk transparansi penyelidikan. Meski hasil lengkap masih menunggu pemeriksaan lanjutan, termasuk toksikologi, temuan awal sudah mengarah pada penyebab kematian.

- Advertisement -

“Hasil sementara menunjukkan korban meninggal akibat mati lemas karena jeratan di leher, dengan indikasi gantung diri,” jelas Oka.

Menariknya, dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, memperkuat dugaan bunuh diri.

Untuk mendalami kasus ini, penyidik telah memeriksa delapan saksi, seluruhnya merupakan pegawai Imigrasi Depok. Mereka diperiksa mulai dari proses penahanan hingga penemuan korban.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Hasil rekaman menunjukkan tidak ada pihak lain yang masuk ke area tersebut selain korban,” tambah Oka.

Korban, seorang pria asal Brighton, Inggris, diketahui telah ditahan sejak 20 April 2026. Pada Selasa sore sekitar pukul 15.20 WIB, korban terlihat masuk ke kamar mandi berdasarkan rekaman CCTV. Petugas yang curiga kemudian melakukan pengecekan, namun tidak mendapat respons.

Setelah pintu kamar mandi didobrak, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di ventilasi dengan jeratan kaos lengan panjang hitam yang dikenakannya.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan motif di balik dugaan bunuh diri tersebut. Salah satu kemungkinan yang sedang didalami adalah kondisi psikologis korban selama masa penahanan.

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk apakah korban mengalami stres atau faktor lain,” ujar Oka.

Sementara itu, pihak keluarga korban disebut kooperatif dan memilih menunggu hasil penyelidikan lengkap sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here