Jabaran.id – Dalam upaya mencetak generasi yang cinta terhadap Al-Qur’an sekaligus memiliki wawasan ilmiah yang luas, SD Muhammadiyah 3 Kota Depok sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Qur’an Camp. Perhelatan religius ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Rabu, 14 Januari hingga Kamis, 15 Januari 2026, yang dipusatkan di Aula Masjid Al-Kohinoor, Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas IV hingga kelas VI ini dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual mendalam di luar jam sekolah formal.
Kepala SD Muhammadiyah 3 Kota Depok, Lia Fitriani, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan seluruh rangkaian acara yang telah berjalan dengan tertib dan khidmat. Ia mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para orang tua siswa, siswa kelas IV-VI, jajaran dewan guru, Pengurus Ranting Muhammadiyah, hingga DKM Masjid Al-Kohinoor yang telah memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan acara ini.

Menurut Lia Fitriani, sasaran utama dari Qur’an Camp ini adalah membentuk karakter siswa agar tidak hanya mampu menjadi penghafal Al-Qur’an yang mahir, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, dengan fokus utama pada penguatan hafalan Juz 30.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu siang pukul 13.00 WIB yang dibuka dengan sesi materi pertama mengenai keutamaan belajar Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Mahfan Khalilurrahman. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an secara rutin dapat meningkatkan kecerdasan kognitif dan ketenangan emosional anak. Setelah istirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Ashar berjamaah dan sesi Tahfizh Al-Qur’an yang dilakukan secara intensif. Guna memastikan kualitas hafalan dan pendampingan yang maksimal, pihak sekolah menerapkan sistem kelompok kecil di mana satu guru secara khusus membimbing sembilan siswa.
“Proses tahfizh ini berlangsung secara berkelanjutan hingga menjelang waktu Maghrib dan diteruskan dengan metode halaqah setelah pelaksanaan Shalat Isya,” ucapnya.
Memasuki malam hari, pada pukul 20.00 hingga 21.00 WIB, para peserta mendapatkan siraman motivasi melalui materi kedua yang dibawakan oleh Maulana Zaki dengan tema “Menjadi Pelajar yang Cinta Al-Qur’an”. Materi ini bertujuan untuk membangun kesadaran intrinsik siswa bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang relevan dengan perkembangan zaman. Setelah sesi refleksi harian, para siswa beristirahat untuk kemudian memulai aktivitas dini hari pada pukul 03.00 WIB guna melaksanakan Shalat Tahajud secara berjamaah.

“Menunggu waktu Subuh, para siswa kembali melaksanakan halaqah untuk menyetor dan memperlancar hafalan mereka, menciptakan suasana religius yang kental di lingkungan masjid,” jelasnya.
Keseimbangan antara aktivitas spiritual dan kebugaran fisik juga menjadi perhatian utama dalam Qur’an Camp ini. Setelah sarapan bersama pada pagi hari, seluruh peserta mengikuti sesi senam ‘Anak Indonesia Hebat’ dan ‘Senam Pinguin’ serta berbagai permainan pemecah suasana atau ice breaking untuk menjaga kebugaran dan semangat mereka. Setelah melaksanakan Shalat Dhuha, puncak kegiatan edukatif ditutup dengan materi ketiga yang unik, yakni ‘Sains dalam Al-Qur’an’ yang dipandu oleh Bapak Firman.
“Dalam sesi ini, dihadirkan berbagai alat percobaan sains sederhana untuk membuktikan secara visual keterkaitan antara ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an dengan fenomena alam semesta. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an sangat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya.
Seluruh rangkaian kegiatan Qur’an Camp SD Muhammadiyah 3 Kota Depok ini resmi ditutup pada Kamis pukul 10.00 WIB. Melalui kegiatan yang memadukan antara hafalan intensif, motivasi diri, serta eksperimen sains ini, diharapkan para siswa tidak hanya tumbuh dengan hafalan yang kuat, tetapi juga memiliki nalar kritis dan kecintaan yang mendalam terhadap integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum sebagai bekal menjadi pelajar yang unggul di masa depan. (*)
