Jabaran.id – Suasana kemerdekaan menyelimuti seluruh area SDN Sukatani 4 pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Tidak hanya diramaikan oleh siswa dari kelas I hingga kelas VI, perayaan tahun ini menghadirkan nuansa yang berbeda dan istimewa karena melibatkan seluruh elemen sekolah secara menyeluruh. Sebanyak 50 orang tua siswa turut serta memeriahkan acara, berbaur dengan para guru dalam berbagai rangkaian lomba yang penuh keceriaan dan kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung hari ini ini merupakan hasil inisiasi bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Konsep yang diusung tidak hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah upaya nyata untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Ketua Komite SDN Sukatani 4, Indah Desprana, mengungkapkan bahwa perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini sengaja dirancang sebagai ajang partisipasi aktif bagi semua pihak. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem pendidikan yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kegiatan ini adalah inisiasi dari orang tua dan sekolah. Kami ingin semua warga SDN Sukatani 4 merasakan kebersamaan ini. Tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan orang tua siswa yang diwakilkan oleh fasilitator kelas. Hari ini kami benar-benar bergerak bersama,” ujar Indah Desprana.
Indah Desprana juga menyoroti bahwa pelestarian budaya permainan tradisional menjadi salah satu fokus utama dalam pemilihan jenis lomba pada perayaan tahun ini. Ia menilai bahwa di tengah gempuran permainan digital, penting bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.

“Kami mengangkat permainan tradisional karena kami ingin anak-anak mengenal budaya sendiri. Estafet bola warna, estafet gelas plastik, lompat pindah warna, estafet bola plastik besar, estafet balok, hingga tarik tambang. Semua adalah permainan yang dulu sering dimainkan dan kini kami hadirkan kembali agar anak-anak merasakan sensasi kebersamaan yang autentik,” jelas Indah Desprana.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini, Indah Desprana juga menyampaikan bahwa peran fasilitator kelas sangat membantu dalam mengkoordinasikan jalannya perlombaan. Fasilitator kelas yang merupakan perwakilan orang tua di masing-masing kelas bertugas untuk memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan yang optimal selama mengikuti lomba.
“Fasilitator kelas menjadi jembatan antara orang tua dan sekolah. Mereka yang menggerakkan partisipasi orang tua lain, sehingga hari ini kami bisa melihat begitu banyak orang tua hadir dan terlibat aktif. Ini adalah kolaborasi yang luar biasa,” papar Indah Desprana.
Indah Desprana memaknai kegiatan makan bersama ini sebagai simbol dari rasa syukur dan kebersamaan yang telah terjalin selama perayaan kemerdekaan. Ia menyebutkan bahwa kebersamaan di meja makan menjadi ruang bagi semua pihak untuk saling bertukar cerita dan mempererat hubungan yang selama ini sudah terbangun di lingkungan sekolah.
“Setelah berlomba, kami semua makan bersama. Ini adalah kebersamaan yang tidak ternilai. Kami duduk, berbagi cerita, saling mengenal lebih dekat antara orang tua dan guru. Ini adalah bentuk syukur kami atas kemerdekaan dan atas kesempatan untuk tetap bersama dalam semangat persatuan,” terang Indah Desprana.
Lebih jauh, Indah Desprana menekankan bahwa kegiatan seperti ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan karakter siswa. Melalui perlombaan dan interaksi sosial yang terjadi, anak-anak belajar tentang kerja sama tim, sportivitas, menghargai perbedaan, dan pentingnya berkompetisi secara sehat sejak usia dini.

“Anak-anak melihat bahwa orang tua dan guru mereka juga bermain, mereka juga bersemangat, mereka juga kadang kalah dan menang. Dari sini, anak-anak belajar bahwa hidup adalah tentang proses, tentang kebersamaan, dan tentang bagaimana kita menyikapi setiap hasil dengan lapang dada,” jelas Indah Desprana.
Meskipun perlombaan kali ini didominasi oleh permainan tradisional, Indah Desprana menegaskan bahwa sekolah dan komite tetap terbuka terhadap inovasi jenis lomba di masa mendatang. Namun, ia menekankan bahwa esensi dari setiap kegiatan harus tetap berpijak pada nilai-nilai pendidikan dan penguatan karakter.
“Ke depannya, kami akan terus menggali ide-ide kreatif dari orang tua dan guru. Yang penting adalah bagaimana kegiatan ini bisa menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan memperkuat rasa nasionalisme serta kebersamaan di antara seluruh warga sekolah,” pungkas Indah Desprana. (*)
