Jabaran.id – Siswa, guru, karyawan, dan orang tua dari Sekolah Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok mengadakan perayaan ibadah Paskah di Studio Alam TVRI. Mengusung tema ‘Hati Baru di Tengah Dunia Digital’ yang diambil dari 2 Korintus 5:17, kegiatan ini menjadi momen refleksi spiritual di tengah gempuran teknologi dan gaya hidup modern yang serba cepat. Perayaan yang berlangsung pada akhir pekan lalu ini diikuti oleh umat Kristen Protestan di seluruh unit pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan sekolah tersebut.
Pendeta Yohanes Hetharia, yang memimpin ibadah, menyampaikan bahwa inti dari perayaan Paskah adalah pembaruan batiniah, bukan sekadar ritual tahunan. Menurutnya, hati yang kotor harus dibersihkan dengan iman kepada Yesus Kristus sebagai wujud nyata dari pertobatan.
“Hati yang kotor harus dibersihkan dengan beriman kepada Yesus. Itu semua untuk membersihkan hati,” ujar Pendeta Yohanes.
Ia menambahkan bahwa salah satu bentuk nyata dari hati yang baru adalah ketaatan anak-anak kepada pesan orang tua dan guru mereka di tengah arus digital yang sering kali membawa pengaruh negatif.
“Salah satunya adalah menuruti pesan dari orang tua dan gurunya. Memiliki hati yang baru. Yesus yang ingin meninggal untuk umat-Nya untuk kebaikan,” tegasnya.
Menurut pandangannya, pengorbanan Yesus menjadi teladan tertinggi tentang bagaimana kebaikan lahir dari kerelaan mengosongkan diri demi sesama.
Dalam kesempatan yang sama, rangkaian ibadah juga diisi dengan Doa Syafaat yang dipimpin oleh Fery Parhusip, orang tua dari Felishia Parhusip, siswa kelas VI.
Sementara itu, Kepala Bagian Personalia Yayasan Mandiri Tunas Global, Nurma Tetho Rumahorbo menjelaskan bahwa kegiatan Paskah tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di ruang terbuka.
“Ini adalah kegiatan yang rutin diadakan dan tentunya bisa berlangsung berkat adanya dukungan dari banyak pihak, baik dari guru dan karyawan serta orang tua siswa,” ungkap Nurma.
Nurma berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan tahunan, melainkan momentum kebangkitan iman dan kepedulian sosial.
“Semoga acara ini menjadi kebangkitan dan saling mendoakan untuk semua manusia,” pungkasnya. (*)

