Jabaran.id – SMPN 30 Depok menggelar peringatan Hari Kartini dengan penuh khidmat dan kemeriahan melalui rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan karakter serta pelestarian budaya Nusantara. Agenda peringatan yang melibatkan seluruh warga sekolah ini diawali dengan pelaksanaan upacara bendera, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai kompetisi kreatif seperti peragaan busana atau fashion show dan lomba menggambar bertema semangat Kartini.
Kepala SMPN 30 Depok, Asri Khaerunnisa, menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk menjadikan momentum ini sebagai wadah ekspresi bakat bagi para siswa. Dalam kegiatan fashion show, terdapat 19 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kelas yang tampil dengan penuh kepercayaan diri di atas panggung. Pihak sekolah telah menyiapkan penghargaan bagi juara pertama, kedua, dan ketiga. Sementara itu, lomba menggambar diselenggarakan secara serentak di setiap kelas dengan penilaian pemenang yang diambil dari setiap level tingkatan kelas, guna memastikan distribusi prestasi yang merata bagi seluruh jenjang pendidikan di SMPN 30 Depok.

Asri Khaerunnisa memberikan penekanan mendalam bahwa esensi dari peringatan ini jauh melampaui sekadar atribut fisik atau perlombaan semata. Menurutnya, tanggal 21 April merupakan simbol dari perayaan semangat emansipasi dan akses terhadap ilmu pengetahuan.
Ia memaparkan fakta sejarah bahwa pada masa lampau, perempuan menghadapi hambatan struktural yang sangat besar untuk mengenyam pendidikan formal. Perubahan besar ini berawal dari kegigihan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak dasar melalui pemikiran yang visioner.
“Setiap tanggal 21 April, kita tidak hanya sekadar merayakan hari lahir Raden Ajeng Kartini dengan memakai baju adat atau mengadakan lomba-lomba kreatif. Lebih dari itu, kita sedang merayakan sebuah semangat emansipasi dan pendidikan. Berkat keberanian Kartini yang menuangkan pemikirannya melalui tulisan ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, kini gerbang ilmu pengetahuan terbuka lebar bagi siapa saja—baik laki-laki maupun perempuan,” ujar Asri Khaerunnisa.

Lebih lanjut, Asri Khaerunnisa mengajak para siswa, khususnya siswi perempuan, untuk menyadari bahwa tantangan di era modern telah bergeser dari sekadar akses menjadi tuntasnya kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa di zaman sekarang, batasan gender tidak lagi menjadi penghalang bagi siapa pun untuk mengejar profesi impian di berbagai bidang strategis. Selain itu, ia memberikan pesan krusial bagi siswa laki-laki mengenai pentingnya membangun ekosistem yang suportif di lingkungan sekolah. Meneladani sosok Kartini berarti menumbuhkan sikap menghormati hak dan kesempatan yang sama bagi setiap individu untuk berkarya tanpa diskriminasi.
“Zaman sudah berubah. Jika dulu Kartini berjuang agar perempuan bisa sekolah, maka tugas kalian sekarang—terutama bagi anak-anak perempuan—adalah menuntaskan pendidikan setinggi mungkin. Jangan pernah merasa dibatasi oleh gender untuk bermimpi. Kalian bisa menjadi dokter, insinyur, seniman, bahkan pemimpin bangsa. Namun, pesan Ibu untuk siswa laki-laki juga tidak kalah penting. Meneladani Kartini berarti kalian harus belajar menghargai dan menghormati perempuan,” tambah Asri Khaerunnisa.

Dalam menghadapi tantangan era digital, Kepala SMPN 30 Depok berharap para peserta didik mampu bertransformasi menjadi ‘Kartini Modern’ yang unggul secara teknologi namun tetap menjunjung tinggi integritas dan budi pekerti luhur. Fakta menunjukkan bahwa di era informasi saat ini, kecerdasan akademik harus dibarengi dengan empati dan karakter yang kuat untuk mencegah perilaku negatif seperti perundungan atau bullying.
“Di era digital ini, semoga menjadi ‘Kartini-Kartini Modern’ yang cerdas dalam teknologi, namun tetap memiliki budi pekerti luhur. SMPN 30 Depok harus menjadi tempat lahirnya generasi yang berkarakter, yang tidak hanya pintar secara akademik, unggul secara potensi tapi juga memiliki empati dan integritas. Mari kita jadikan peringatan Hari Kartini tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat belajar. Jangan malas, karena pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia,” pungkas Asri Khaerunnisa. (*)
