HomePendidikanSMKN 3 Bogor Antisipasi Gejolak, Larang Pelajarnya Ikut Aksi Unjuk Rasa

SMKN 3 Bogor Antisipasi Gejolak, Larang Pelajarnya Ikut Aksi Unjuk Rasa

Jabaran.id – SMKN 3 Bogor merespon himbauan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II Provinsi Jawa Barat mengeluarkan himbauan kepada pelajar untuk tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa atau demonstrasi pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2026.

Himbauan yang disampaikan langsung oleh Kepala KCD Pendidikan Wilayah II, Yudi Rahmat, menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran proses belajar mengajar. Dalam poster edaran yang beredar, Yudi menegaskan bahwa pihaknya menghimbau seluruh siswa untuk tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa dalam bentuk apapun.

Kepala SMKN 3 Bogor, Tatang Komarudin, secara aktif meneruskan pesan ini kepada seluruh jajarannya. Tatang menegaskan bahwa pihak sekolah akan melakukan pengawasan ketat guna memastikan tidak ada siswa yang terlibat dalam kegiatan di luar konteks pendidikan tersebut.

“Kami dari pihak sekolah tentu menindaklanjuti himbauan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II ini secara serius. Kami sudah sampaikan ke para guru dan wali kelas untuk mengingatkan siswa-siswi agar fokus pada kegiatan belajar di sekolah. Jangan sampai ada yang ikut-ikutan aksi unjuk rasa di luar sana,” ujar Tatang Komarudin.

- Advertisement -

Dalam himbauannya, KCD Pendidikan Wilayah II memaparkan tiga poin utama yang menjadi landasan larangan tersebut. Pertama, ‘Jaga Diri dan Keselamatan’, di mana siswa diminta menghindari risiko yang tidak perlu dan berbahaya yang dapat terjadi selama aksi massa. Kedua, ‘Fokus pada Pendidikan’, mengingat masa depan yang lebih baik harus diraih dengan cara belajar yang tekun. Ketiga, ‘Jaga Nama Baik Sekolah’, dengan menunjukkan sikap pelajar yang cerdas, santun, dan berintegritas.

Tatang menambahkan bahwa pendidikan karakter dan integritas merupakan hal utama yang harus dipegang oleh para siswa. Menurutnya, aspirasi dapat disalurkan melalui cara yang lebih konstruktif dan intelektual, bukan dengan turun ke jalan.

“Pesan saya untuk anak-anak di SMKN 3 Bogor dan seluruh pelajar di Kota Bogor, tunjukkan bahwa kita adalah pelajar yang cerdas. Kalau ada aspirasi atau pendapat, sampaikanlah dengan cara yang santun dan melalui jalur yang tepat, seperti diskusi di kelas atau kegiatan ekstrakurikuler. Tidak perlu ikut-ikutan aksi yang berisiko merugikan diri sendiri,” tambahnya.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan para pelajar di wilayah Kota Bogor dan Depok dapat tetap fokus pada agenda pembelajaran mereka, serta terhindar dari potensi provokasi atau hal-hal yang dapat merugikan masa depan mereka. Pihak sekolah juga diinstruksikan untuk terus memantau aktivitas siswa selama periode tanggal 19-20 Oktober 2026 tersebut. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here