Jabaran.id – Prestasi gemilang ditorehkan SMPN 14 Depok dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP tingkat Kota Depok. Sekolah yang berlokasi di Jalan Kemang Dalam Nomor 20, Komplek Arco, Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok ini berhasil mengamankan empat posisi bergengsi dari total delapan mata lomba yang dipertandingkan.
Puncak prestasi tersebut diraih oleh seorang siswi bernama Zaneta Miracle Maria Samuela Sitorus yang berhasil keluar sebagai juara pertama dalam lomba solo vokal. Dengan raihan ini, Zaneta secara otomatis menyandang status sebagai wakil Kota Depok untuk berkompetisi di FLS3N jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia akan membawa nama Kota Depok dalam kategori solo vokal melawan siswa-siswi terbaik dari kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Kepala SMPN 14 Depok, Haryanto, menjelaskan bahwa capaian ini tidak hanya berhenti pada satu gelar juara. Lebih lanjut, Haryanto merincikan bahwa ada tiga prestasi tambahan yang membanggakan dari sekolah yang dipimpinnya.
“Raihan prestasi ini tentunya tidak hanya peran dari pihak sekolah saja, tetapi peran orang tua tentu juga sangat penting,” ujar Haryanto saat ditemui di kompleks sekolah.
Haryanto kemudian memaparkan rincian tiga prestasi lain yang mengharumkan nama SMPN 14 Depok. Ia menyebutkan bahwa tim dari sekolahnya berhasil merebut posisi kedua dalam lomba musik ansambel. Tidak hanya itu, bidang ilustrasi digital juga membawa pulang juara kedua, dan kategori menulis cerita menyumbangkan juara ketiga.
“Juara 2 di lomba musik ansambel yang diraih Queen Azmi Harthifa, Renata Putri Prasetyo, dan Cattalya Mesalayuk. Lalu ada juara 2 di lomba ilustrasi digital yang diraih Hasya Sheikha Khoir, dan Juara 3 di lomba menulis cerita yang diraih Aisyah,” jelas Haryanto.
Sebagai informasi tambahan yang bermanfaat bagi para pembaca dan orang tua siswa, Haryanto juga menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sistem pembinaan yang berkelanjutan di sekolah. Ia mengatakan bahwa SMPN 14 Depok memiliki program ekstrakurikuler seni yang rutin berlatih setiap pekan, serta didukung oleh pelatih profesional di bidang vokal, musik, dan seni rupa.
Lebih jauh, Haryanto menyampaikan pandangannya mengenai faktor kunci di balik prestasi para siswanya. Baginya, tembok sekolah bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan seorang anak. Dukungan dari rumah, menurut Haryanto, memiliki porsi yang sama besar.
“Orang tua harus terus memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi dan bakatnya, sehingga bisa menjadi bekal mereka di masa depan,” pungkas Haryanto. (*)
