HomePolitikSoroti Angka Pengangguran Lulusan Baru, Hasbullah Rahmad Dorong Optimalisasi Beasiswa Kuliah

Soroti Angka Pengangguran Lulusan Baru, Hasbullah Rahmad Dorong Optimalisasi Beasiswa Kuliah

Jabaran.id – Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, H. M. Hasbullah Rahmad, menyoroti masih tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan baru tingkat SMA dan SMK, bahkan yang sudah lulus sejak dua hingga tiga tahun lalu.

Hasbullah menilai, fenomena ini menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan karena berdampak langsung pada beban keluarga hingga potensi kerawanan sosial di lingkungan masyarakat.

“Masalah pengangguran ini bukan lagi sekadar data statistik, melainkan realitas yang terjadi di depan mata, bahkan dalam lingkup terkecil seperti tingkat RW,” ujar Hasbullah saat menggelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu, 17 Mei 2026.

Menurutnya, ketiadaan aktivitas produktif bagi usia muda berisiko mengubah pola pikir mereka menjadi lebih emosional dan rentan terhadap hal-hal negatif.

- Advertisement -

Ia membandingkan perbedaan mencolok antara pemuda yang memiliki pekerjaan dengan yang masih menganggur. Pemuda yang bekerja, apa pun profesinya, cenderung memiliki kedisiplinan tinggi dan pola pikir positif karena memiliki tanggung jawab harian. Sebaliknya, mereka yang tidak bekerja lebih rentan tersulut emosi dan kehilangan arah.

“Kalau yang bekerja walaupun jadi security, diajak begadang pun enggak mau. ‘Enggak ah, besok saya masuk pagi. Ya, besok saya masuk pagi, saya harus disiplin.’ Artinya apa? Kalau dia bekerja walaupun apa pun pekerjaannya, maka pola pikirnya adalah positif. Tapi kalau nganggur, banyakan emosi,” tutur Hasbullah Rahmad.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Hasbullah menegaskan pentingnya langkah penyelamatan nyata bagi generasi muda agar terhindar dari dampak buruk pengangguran jangka panjang.

Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah mendorong para anggota DPR RI, khususnya yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Depok dan Kota Bekasi, untuk lebih agresif dalam memperjuangkan program beasiswa pendidikan tinggi seperti Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah.

“Enggak usah banyak-banyak, paling 500 orang masi setahun. Kali 2- 5 tahun dia menjabat, berarti kan udah ada 2500 orang yang tadinya nganggur utang lantung, jadi sarjana. Lah kalau jadi sarjana dia punya ilmu, punya skill, punya keterampilan. Melamar pekerjaan pun gampang karena sudah ada skill,” papar Hasbullah.

Hasbullah juga menaruh harapan besar pada komitmen Pemerintah Kota, termasuk realisasi janji Wali Kota untuk mencetak satu sarjana di setiap lingkungan guna memutus mata rantai pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM daerah secara berkelanjutan.

“Saya berharap program tersebut dapat terealisasi, agar SDM di Depok meningkat dan tingkat pengangguran dapat ditekan,” ucap Hasbullah Rahmad.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here