Jabaran.id – Pondok Pesantren Nurussalam di momen Idul Adha 1447 Hijriyah menjadi tempat pelaksanaan salat Id berjamaah, ponpes yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini juga menjelma menjadi pusat penyaluran daging kurban bagi masyarakat sekitar, khususnya kaum yatim dan dhuafa.
Berdasarkan data yang dihimpun panitia kurban di lingkungan pondok, total hewan kurban yang terkumpul mencapai delapan ekor. Rinciannya, tiga ekor sapi, tiga ekor kambing, dan dua ekor domba.

Ketua Yayasan Pesantren Nurussalam, Effi Riyanti, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan ibadah kurban sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
“Alhamdulillah, di Ponpes Nurussalam terkumpul hewan kurban: tiga sapi dari keluarga besar Ponpes, Mas Boy dan Athar, tiga kambing dari keluarga ponpes dan wali santri, serta dua domba juga dari keluarga ponpes dan wali santri,” ujar Effi Riyanti.
Lebih lanjut, Effi Riyanti menjelaskan bahwa momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan semata, tetapi juga sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan pentingnya jembatan silaturahmi antara lingkungan pondok dan masyarakat luas agar tercipta harmoni yang saling menguntungkan.
“Tujuannya melaksanakan ibadah kurban sesuai syariat Islam, menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antara pondok dan lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Dari delapan ekor hewan kurban tersebut, panitia berhasil mengemas daging menjadi kurang lebih 230 bungkus. Seluruh bungkusan daging segar itu kemudian dibagikan secara langsung kepada warga terdekat, anak-anak yatim, kaum dhuafa, serta warga sekitar Pondok Pesantren Nurussalam. Proses pembagian berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, diawasi oleh panitia yang terdiri dari para santri dan pengurus ponpes.

Lebih jauh, Effi Riyanti menjelaskan bahwa pemotongan hewan kurban yang dilakukan secara kolektif di lingkungan pondok juga memiliki nilai edukasi bagi para santri. Mereka diajarkan langsung tentang tata cara penyembelihan yang halal dan thayyib, serta manajemen penanganan daging yang higienis.
“Harapannya, kegiatan berbagi hewan kurban ini akan mengurangi kesenjangan dan terus bisa berbagi pada masyarakat yang membutuhkan,” harap Effi Riyanti.
Rangkaian kegiatan kurban di Pondok Pesantren Nurussalam diawali dengan pelaksanaan salat Idul Adha secara berjamaah yang diikuti oleh seluruh santri, ustadz, serta warga sekitar. Usai salat, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan zikir bersama sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para leluhur serta arwah umat muslim yang telah mendahului. Puncak acara adalah prosesi pemotongan hewan kurban yang dilakukan secara serentak, lalu dilanjutkan dengan pengemasan dan pendistribusian daging ke tangan-tangan yang berhak menerima.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa Pondok Pesantren Nurussalam tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga aktif berperan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di sekitarnya, terutama di momen-momen ibadah yang penuh berkah seperti Idul Adha,” ucapnya. (*)
Daftar nama yang berkurban di Pondok Pesantren Nurussalam
- Tri Prihandono (Hanzola) : Kurban Sapi
- Widiansyah : Kurban Sapi
- Hj. Shofa Marwa : Kurban Kambing
- Tio Dwi Nugraha : Kurban Kambing
- Usth. Dhadah : Kurban Domba
- Umi Nur Hasanah : Kurban Sapi
- Umi Hj. Effi Riyanti : Kurban Sapi
- M. Rizky : Kurban Sapi
- Dessy Hastari : Kurban Sapi
- Zacky Farhan : Kurban Domba
- Athar Rayyansyah : Kurban Sapi
- Seluruh Santri : Kurban Kambing
